Translate

tema 1

tema 1
tema

Rabu, 26 Desember 2012

PENUTUP :


PENUTUP :

Awal mula beragama adalah mengenal Allah terlebih dahulu. Semulia-mulianya Ilmu adalah Ilmu Mengenal Allah, mengenal akan Asma-Nya, Sifat-sifat Nya dan AF’AL-Nya.  Setelah itu carilah jalan yang terdekat untuk mendekatkan diri kepada Dzat-Nya.  Yaitu melalui proses pembersihan lahir-bathin dengan cara dzikrullah dengan sepenuh hati.  Kita harus mengikuti cara Rosulullah ketika di guha Hiro.
Tiada Tuhan selain Allah dan Allah itu satu adalah merupakan suatu pernyataan yang mempunyai nilai persatuan dan kesatuan bagi seluruh umat manusia di dunia dalam hal kemanunggalan arah dan tujuan dari pemujaan dan penghambaan.  Berarti benar bahwa sesungguhnya di dunia ini  hanya ada satu agama saja, yaitu : agama yang diridhoi Allah, yang membawa keselamatan dan kedamaian di dunia dan akhirat, tiada lain adalah Islam sebagai fitrah manusia, yang berarti : suci, selamat, damai, sabar, ikhlas, kasih-sayang dan berserah diri kepada Allah.
Al Qur’an (Adz-Dzikir) dan Sunah Rosul adalah landasan “Way Of Life” bagi kita umat Islam yang harus kita pelajari dan kita hayati secara seksama.
Untuk bisa mengenal Allah maka hendaknya kita melakukan perjalanan dari bentuk-bentuk lahiriyah ke arah makna yang hakiki dan tersembunyi, karena Allah adalah Al Bathin yang tak terjangkau oleh akal dan pikiran.  Tutuplah semua ilmu dan teori yang kita miliki.  Tutup semua kitab termasuk kitab diri, yaitu panca indera kita.  Bukalah mata hati agar bisa menerima pancaran Nur Illahi.  
Perjalanan tersebut adalah proses pensucian lahir dan bathin.  Sebagai realisasinya dalam kehidupan sehari-hari  dimulai dengan pengenalan atas diri sendiri, intro speksi, jauhkan perbuatan keji dan munkar,  perbanyak amal kebaikan terhadap sesama umat dengan kasih sayang yang tulus dan murni, kesabaran dan keikhlasan,  serta jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun.
Hancurkan segala macam berhala yang ada di dalam hatimu, yaitu keakuan dan hawa nafsumu, yang harus dikendalikan dengan cara mengingat Allah (dzikrullah) serta bersyukur kepada Nya.  Karena menurut Rosulullah, pembersih hati adalah dzikirullah, jalan yang terdekat menuju kepada Allah adalah dzikrullah serta dzikrullah lebih utama dalam kehidupan (Al Ankabut 29 : 45), dengan berdzikir hatipun akan menjadi tenang dan tenteram (Ar Rad 13 : 28).  Maka bacalah dan pelajarilah Adz Dzikr.   Kemudian ingat kata-kata Rosulullah : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu sendiri.  Agar tidak tersesat, untuk mencari dan mengenal Allah : mulailah dengan mengenali diri kita sendiri…

Ingatlah kepada-Ku, niscaya Akupun akan ingat kepada mu, bersyukurlah kepada ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 )

Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan memperskutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 )

Untuk kesempurnaan keberagamaan dan untuk meningkatkan keimanan kita agar bisa mencapai derajat ikhsan dan insan kamil, maka menurut Al Ghazali tiada cara lain kecuali mempelajari tasawuf kemudian sebagaimana seorang salik yang melakukan pendakian ruhani tahap demi tahap, yaitu bersihkan hati, istirahatkan pikiran melalui dzikrullaah  sehingga mencapai proses fana dan kasyaf.  Guru sejati ada di dalam diri.  Didalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan.  Dia ada didalam hati seorang yang beriman.  Kita harus belajar meditasi Cahaya dan Shabda.
Mengenal Dzat harus melalui Dzat.  Mengenal Cahaya harus melalui Cahaya.  Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada Cahaya-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki.  Yaitu mereka yang senantiasa memohon ampunan dan petunjuk kepada Nya, berbekal istiqomah, rasa kasih sayang, sabar, tawakal, senantiasa bersyukur, ikhlas dan rido.  Mereka yang rendah hati dan tidak ada kemusyrikan tersembunyi di dalam hatinya.  Oleh karena itu menurut Rumi : Sia-sialah kita mencari Kebenaran Sejati dengan nafsu tak terjinakan.  Untuk sampai kepada-NYA hanya bisa melalui jalan cinta, air mata do’a dan nyala rindu, maka akan terbuka hijab, terungkap pengetahuan yang tidak pernah kita dapatkan di sekolah.  
Jadi jelas bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup kita ini adalah mencari ridho Allah, kita kembali kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang tidak berada di Mekah ataupun di Cina.   Kita kembali kepada Cahaya Semula yang disebut swarga, sesuai teori energi Quanta Einstain, dan penelitian Newton, kembali kepada Cahaya Yang Maha Rahman dan Maha Rahim.  Kita kembali kepada-NYA dengan penuh keridho’an disertai ucapan “Selamat” dari Allah.
Sebagai akhirul kalam, marilah kita hayati bersama beberapa firman Allah :

Semua milik Allah akan kembali kepada Allah ( AL BAQARAH 2 : 156 )

Tuhan menjadikan manusia berkeinginan, cinta terhadap wanita, putera-puteri, emas-perak, kuda pilihan, ternak, sawah-ladang, semuanya itu hanya secuil kesenangan hidup di dunia saja, namun Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRAN 2 : 14 )

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang yang tampak olehmu kemudian Dia bersemayam di atas Arasy dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.  Tuhan mengatur segala urusan dan menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya agar kamu meyakini pertemuan dengan Tuhan-nya ( AR-RA’D 13 : 2 )

Pada hari itu wajah mereka berseri-seri karena mereka melihat wajah Tuhan-nya
( AL QIYAMAH 75 : 22-23 )

Inilah jalan-Ku yang lurus, hendaknya kamu mengikutinya, jangan ikuti jalan-jalan lain, sehingga kamu tercerai berai dari jalannya… ( AL AN’AM 6 : 153 )

Katakanlah : Inilah jalanku, aku mengajak kamu kepada Allah dengan penglihatan yang nyata ( YUSUF 12 : 108 )

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan telah Aku ridhoi Islam ( Fitrah ) jadi agama bagimu
( AL MAIDAH 5 : 3 )


Sekali lagi dan ingat baik-baik bahwa Allah adalah Al Bathin.  Perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah.   Perjalanan yang transenden, perjalanan yang tidak terjangkau akal pikiran manusia dan juga bukan kajian ilmiah,  Oleh karena itu tutup semua teori, tutup semua kitab kemudian bukalah mata hati … Insya Allah Dia akan menampakkan Cahayanya …

Walaupun demikian melalui perkembangan IPTEK kebenaran Al Qur’an mulai terbukti dengan penglihatan yang nyata.  Al Qur’an bukan tahayul dan bukan pula omong kosong.  Puji syukur karena kita telah memilih Islam ajaran Muhammad serta tidak meragukan kebenaran Al Qur’an  dan senantiasa berserah diri kepada-NYA, sehingga kita tidak menjadi umat yang tercerai berai … 

Bila Bahan Renungan ini berkenan di hati, silahkan disebar-luaskan kepada para kerabat dekat, handai tolan serta siapa saja yang berminat, sebagai amal jariah kita …
Semoga kita semua mendapat ampunan, taufik dan hidayah Allah  … Amin … Amin … Ya Robbal Alamin

Maha benar Tuhan dengan segala firman-Nya …




REALITAS

Ya Allah … Ya Robbi
Di kaki-Mu aku bersimpuh
Ya Allah … Ya Robbi
Sesungguhnya
Aku tidak pernah merasa bahwa diriku bersih
Aku tidak pernah merasa bahwa diriku suci
Aku tidak ingin menjadi orang yang munafik
Aku tidak ingin menjadi orang yang sok moralis
Di usia yang tersisa ini
aku ingin jujur terhadap diriku sendiri
Aku sadar bahwa selama darah ini masih merah
omong kosong bila diri ini tidak pernah berbuat salah
Aku tidak tahu lagi
Berapa banyak kebodohan, kebatilan dan kedholiman
yang aku lakukan
Betapa tebalnya … noda dan dosa
yang meliputi … dinding hati ini
Yang aku tahu
baju keimananku ini compang-camping
baju taqwaku porak poranda
Namun tidak henti-hentinya aku berharap
kepada MU … Ya Allah
Engkaulah lautan ampunan
Engkaulah lautan kasih sayang
Di pantai Mu … aku hanya sebutir pasir yang tersingkir
Dalam laut MU … aku hanya sekedar buih yang tersisih
Ku rentangkan juga sayapku menuju kepada MU
dengan hati merunduk dan sujud
Ya Allah .. Ya Robbi … Maha Suci engkau
Sesungguhnya aku orang yang dholim
Ampunilah hamba-Mu ini
Dengan izin dan keridoan MU
masukkanlah aku kedalam golongan
orang-orang yang bersyukur dan berserah diri
Cabutlah nyawaku … kala aku sedang menyebut Nama Mu
Terimalah aku … dalam naungan kasih sayang MU
sebagaimana dan sebagai apa adanya
Amin … amin … Ya Robbal Alamin


Cirebon Medio 1997

Wa billahi taufik wal hidayah Ass. Wr. Wb.

SARI PUSTAKA

  1. ABU BAKAR ACEH : Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf. Cet. IX.  Solo, 1996.
  2. ABU BAKAR ACEH : Pengantar Ilmu Tarekat. Cet.XII. Ramadhan Solo, 1996.
  3. AL BAHI A.A : Mukatashar Ihya Ulumuddin. Karya Al Ghazali. Penerjemah Fudhailurrahman dan Aida Hamairi. Cet. I. Penerbit Sahara Publishers Jakarta, 2007
  4. AL BANJARI I.M. N : Ad Durrunnafis. Alih bahasa : Haderanie H.N : Ilmu Ketuhanan Permata Yang Indah. CV Amin. Surabaya.
  5. ABTHAHIY H : Alam-e Ajib-e Arwah. RAKHMAT m. : Rahasia Alam Arwah. Cet. III. PT Lentera Basritama. Jakarta, November 1997.
  6. AL GHAZALI : Ihya’Ulumiddin. ZUHRI M dkk. Cet I. CV.Asy Syifa. Semarang, 1994.
  7. AL GHAZALI : Jawahirul Qur’an. HAKIEM M.L : Permata Ayat-Ayat Suci. Cet. I. Risalah Gusti. Surabaya, 1995.
  8. ANSHARII A.H : Rindu dan Cinta kepada Allah. Dari Al Ghazali : Al Mahabah wa Asy-Syauq. Cet. I. Pustaka Panji Mas. Jakarta, Mei 1995.
  9. AN-NADWI A H. : Jalaluddin Rumi Sufi Penyair Terbesar. Terjemahan : M. Adib Bisri. Cet. II. Pustaka Firdaus. Jakarta, Agustus 1993.
  10. AMSTRONG K. : MUHAMMAD SANG NABI. Sebuah Biografi Kritis. Cet. I. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya, maret 2001.
  11. AMSTRONG K. : Sejarah Tuhan. Cet. I. Penerbit Mizan Bandung, November 2001
  12. BISRI M.A : Meniti jalan ke Surga. Dari Al Ghazali : Minhajul Abidin. Pustaka Amami Jakarta.
  13. BAGIR M. Misykat Cahaya Cahaya. Dari Al Ghazali : Misykat Al Anwar. Cet. VI, Penerbit Mizan. Bandung, September, 1995.
  14. CHING HAY : Kunci Pencerahan Seketika. Penerjemah dan Penerbit : Yayasan Supreme Master Ching Hai Indonesia.  Surabaya Center, 2001.
  15. CHITTICK W C. : Tasawuf Dimata Kaum Sufi. Penerjemah : Zainul Am. Cet. I. Penerbit Mizan. Bandung, Mei 2002.
  16. CHODJIM A. : SYEKH SITI JENAR. Makna “Kematian”Cet. I. PT Serambi Ilmu Semesta. Jakarta, Februari 2004
  17. COVEY S R. : The 7 Habits Of Highly Effective People. BUDIYANTO : 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif. Ed. Revisi, Cet I. Binarupa Aksara. Jakarta 1997.
  18. DEP.AG. R.I : Al Qur’an Dan Terjemahannya. Ed. Refisi. Penerbit Mahkota. Surabaya,1989.
  19. DJAELANI A Q. : Koreksi Terhadap Ajaran Tasawuf. Cet. I . Gema Insani Press. Jakarta, 1996.
  20. DJAMBEK M.Z : O, Anak. Dari Al Ghazali. Cet XV. PT.Tinta Mas Indonesia. Jakarta, 1994.
  21. EMOTO M. : The True Power of Water.  Penerjemah : Azam Translator.  Cet. V. MQ Publishing. Bandung, Agustus 2006.
  22. EFFENDI I.  : Kesadaran Jiwa. Teknik Efektif untuk Mencapai Kesadaran yang Lebih Tinggi. Cet II. PT Gramedia. Jakarta, Juli 1999.
  23. FANANI M. : Agama Sebagai Salah Satu Modalitas Terapi Dalam Psikiatri . Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.  Medika No 11 Tahun XXXIV, November 2008.           
  24. FATUHURAHMAN O. : Tanbih Al-Masyi. Menyoal Wahdatul Wujud. Kasus Abdurrauf Singkel Di Aceh Abad 17. Cet II. Penerbit Mizan, Agustus, 1999.
  25. GUS AA, ZIYAD AT TUBANY : Membaca dan Memahami Konstruksi Al Quran. Cet.I. Indomedia Group. Jakarta, Oktober 2006.
  26. HAERI F. : Belajar Mudah Tasawuf. The Elements of Sufism. Penerjemah: m. Hasyim Assagaf. Cet. IV. PT Lentera Basritama. Jakarta, Mei 2001.
  27. HAMKA : Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniaannya. Cet IX. Yayasan Nurul Islam. Jakarta, 1981.
  28. HARAHAP B., AJOEB J. : Mengungkapkan Misteri Sufi Besar Mansur Al Hallaj : Ana’l Haqq. Dari : Syaik IBRAHIM GAZUR-I-ILLAHI : The Secret Of Ana’l Haqq. Ed.I, Cet.I. P.T Raja Gravindo Persada. Jakarta, Des. 1995.
  29. KAPUR D L.: Panggilan Maha Guru. Terjemahan Angka C. Ed. III. Yayasan Radha Soami Satsang Beas. Jakarta, 1972.
  30. KHAN K S K : Studies in Tasawuf. BUDIMAN A N : Tasawuf. Apa dan Bagaimana. Ed. I Cet. II. P.T Grafindo Persada. Jakarta, 1996.
  31. KRISHNAMURTI J. : Meditasi. Cet. II. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, Nov.1999
  32. LAPAIRE S., MILLAR P. :  Aku Datang Untuk Membawamu Pulang. Hak Terjemahan : Yayasan Supreme Master Ching Hay Indonesia. Jakarta, Juni 2001
  33. LING M. (SIRAJUDIN A) : What Is Sufisme. AKHMAD : Membedah Tassawuf. Cet.II. CV. Pedoman Ilmu Jaya. Jakarta, 1991.
  34. MACKENZIE V. : Reinkarnation : The Spanish Boy Whose Destiny Was To Be  A Tibetan Lama. KISTONO L. : Reinkarnasi.  Misteri Bocah Spanyol Bernama Osel.Cet. II.  PT Utama Grafiti. Jakarta, Juli 1990.
  35. MADJID N. : Perjalanan Religius UMRAH & HAJI. Cet. I. Penerbit Paramadina. Jakarta, 1997.
  36. MADJID N, DKK. : Islam Universal. Cet. I. Pustaka Pelajar. Yogyakarta, November 2007
  37. MURAKAMI K. : The Divine Message Of The DNA.  Tuhan Dalam Gen Kita.  Penerjemah : Winny Prasetyowati. Cet. II. Penerbit Mizan. Bandung, Juni 2007.
  38. MURYANTO S. : Ajaran Manunggaling Kawula Gusti. Cet. I. Penerbit Kreasi Wacana. Yogyakarta, April 2004
  39. MUSTOFA A. :  Dzikir Tauhid. Cet. II. Penerbit Padma Press Padang Makhsyar. Surabaya, April 2006.  
  40. MUTHAHHARI M., THABATHABA’I S.M.H. : Menapak Jalan Spiritual. Penterjemah : Nasrullah M.S. Cet. II. Pustaka Hidayah. Bandung 1997.  
  41. NICHOLSON R.A : Rumi Poet And Mistic. SUTEJO : Jalaluddin Rumi. Ajaran dan Pengalaman Sufi. Cet I. Pustaka Firdaus. Jakarta, 1993.
  42. NICHOLSON R.A  :  Aspek Rohaniah Peribadatan Islam. Di Dalam Mencari Keridhaan Allah. Penterjemah : Budiman A.N. Ed. I, Cet. I.  PT Grafindo Persada.  Jakarta 1995.
  43. NEWTON M. : Journey Of Soul. Koleksi Studi Kasus Mengenai Kehidupan Selama Jeda Antarkehidupan. PT Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Jakarta, 2006.
  44. OPPENHEIMER S. : EDEN IN THE EAST. Benua Yang Tenggelam di Asia Tenggara. Penerjemah : Iryani Syahrir dkk. Cet. I. Ufuk Press, Oktober 2010
  45. PUSPOKUSUMO R.M.T dan HAJAR E : Silaturahim Nasional dan Tafakur 2009.
  46. Pengajian Tawakal. Kaliurang, Yogyakarta 28-29 Nov 2009.
  47. ROFII : Kedudukan Bahasa Arab Dalam Studi Qur’an. Dalam : Beberapa Aspek Ilmiah Tentang Qur’an. Ed : GANI B.A, UMAM Ch. Cet. II P.T Pustaka Litera Antar Nusa. Jakarta, 1994.
  48. RUMI J. : FIHI MA FIHI. Ed. Inggris, terjemahan ARBERRY A.J. : DISCOURSES OF RUMI. Inilah Apa Yang Sesungguhnya. Penerjemah : Ribut Wahyudi. Cet. I. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya, Februari 2002.
  49. SANGKAN A. : Berguru Kepada Allah. Cet. I. Penerbit Yayasan Shalat Khusu. Jakarta, Nopember 2002.
  50. SANTOS A. : ATLANTIS The Lost Continent Finally Found. Penerjemah : Hikmah Ubaidillah. Cet. VI, Ufuk Press, Agustus 2010
  51. SCHIMMEL A. : Rahasia Wajah Suci Ilahi. Memahami Islam secara Fenomenologis. Penterjemah : Astuti R. Cet. I. Penerbit Mizan Bandung 1996.
  52. SEMEDI E. : Sebuah Ijtihad. Percetakan Saptohadi, Jakarta 1984.
  53. SIMUH : Tasawuf dan perkembangan Dalam Islam. Cet.I P.T Raja Gravindo Persada. Jakarta, Mei 1996.
  54. SINGH C J.: Die To Live. Terjemahan Angka C.: Mati Selagi Hidup. Ed. I. Yayasan Radha Soami Satsang Beas Indonesia. Jakarta, Juli 1998.
  55. SUHRAWARDI S.U. :  Aw’arif al-Ma’arif. Sebuah Buku Daras Klasik Tasawuf.  Penterjemah : Ismail I.N. Cet.I. Pustaka Hidayah. Bandung, 1998.
  56. UMAM CH : Kemukjizatan Al Qur’an Dari Segi Uslub Dan Isi. Dalam : Beberapa Aspek Ilmiah Tentang Qur’an. Editor : GANI B.A., Umam CH. Cet II PT. Pustaka Litera Antar Nusa. Jakarta, 1994.
  57. VALIUDDIN M. : Tasawuf dalam Qur’an. Team Penerjemah Pustaka Virdaus. Cet.II. Pustaka Virdaus Jakarta, 1993.
  58. VALIUDDIN M. : Contemplative Disciplines in Sufism. NASRULLAH M.S : Zikir & Kontemplasi dalam Tasawuf. Cet.II Pustaka Hidayah Bandung, Juni 1997.
  59. YASSIN HB. : Bacaan Mulia. PT. Jembatan Jakarta, 1987.
  60. YUSRI H. : Rahasia Dari Sudut Tasawuf (Jalan Bagi Hamba Allah). Cet.I PT. Bina Ilmu.  Surabaya, 1986.
  61. ZAHRI M. : Kunci Memahami Ilmu Tasawuf. PT.Bina Ilmu.  Surabaya, 1995.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar