Translate

tema 1

tema 1
tema

Rabu, 26 Desember 2012

KATA-KATA SANDI UNTUK MENGENAL JATI DIRI... REVISI 02 DESEMBER 2015


KATA-KATA SANDI
UNTUK MENGENAL JATI DIRI



CATATAN DARI BAPAK MULHARI
 ( MAMA OJOY CIKARANG alm )

Tatkala AKU (KAMI) berada di dalam Rasa Anhum (Rasa Kalian), realitas Ku (KAMI) adalah insan. Yang menjadi saksi adalah Nuur Adam ( Nurul Insan ).
AKU dimanifestasikan dalam Panca Indera.
Bila panca indera ditutup, jasmani dan dunia sekitarnya jadi tidak tampak lagi, Insan berada dalam kesadaran kosmik ( SIR ), pangrungu jadi rungu, pangambu jadi ambu, paningal jadi tingal, pangucap jadi ucap, pangrasa jadi rasa, usik sajeroning ati, obah sajeroning rasa, semua pembicaraan, semua gerakan berada di dalam qolbu, berada di dalam SIR.
Pada tahap ini AKU (KAMI) berada di dalam Rasa Anha (Rasa Kami, Rasa Kita). Yang menjadi saksi adalah Nuur Muhammad. Lambat laun Nuur Muhammad akan sirna.  Rungu, ambu, tingal, ucap dan rasa sudah tidak dirasakan lagi, yang ada hanya Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Ku (Kami).
Yang menjadi saksi adalah Nuurullah
Selanjutnya Dzat, Sifat, Af’al, Asma Gulung ( Manunggal ) Allah namanya
Sesuai dengan Hadits : Aku Ahmad tanpa mim( AKU AHAD )…

Catatan dari Alm. Bapak Mulhari Cikarang tersebut di atas, adalah merupakan kata-kata sandi bagi mereka akan melakukan latihan dzikir atau bermeditasi. 
Dzikir atau Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil mengulang-ngulang nama Tuhan, untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran.
Kita baru akan mengerti dan memahami kata-kata sandi tersebut manakala pada saat latihan tersebut, kita bisa mencapai tingkatan kekhusuan yang maksimal, kita pernah mencapai titik puncak tahapan meditasi, katakanlah kita mencapai tahap ekstase karena kita pasrah.  Pada saat tersebut kita merasakan keheningan alam di sekitar kita, kita merasakan bahwa kita menyatu dengan keheningan tersebut, dada kita terasa plong, lapang, pikiran menjadi tenang.  Dari segi ilmu kedokteran, hal ini mungkin karena adanya pengaruh hormon-hormon, terutama hormon endorfin dan melatonin yang bekerja secara optimal.
Bagi pemula pencapaian ekstase tersebut entah terjadi pada hari keberapa, apakah pada hari ke 7 atau setelah hari ke 40, kita tidak mengetahuinya.  Puncak ekstase tersebut mungkin terjadi hanya dalam waktu sepersejuta detik, seperti halnya bukaan rana kamera foto yang walaupun terjadi dalam waktu yang sangat singkat namun, permohonan kita sudah terekam, sudah ada dalam “Catatan Allah”.
Bagi para sesepuh yang jam terbangnya sudah tinggi tentu, suasana meditasi atau ekstase bisa dicapai setiap saat dengan mudah, karena sudah terbiasa.  Oleh karena itu do’a mereka sangat mudah sekali dikabulkan Allah. 
Dengan seringnya kita melakukan permohonan kepada Allah dengan tata cara seperti tersebut di atas, maka rasa percaya diri kita akan bertambah, dengan sendirinya keimanan kita kepada Allah pun akan meningkat tahap demi tahap, sesuai dengan pengalaman bathiniah kita. Tujuan atau niat kita terkabul, keimananpun bertambah.
Dengan demikian, maka kata-kata sandi tersebut di atas akan terpecahkan manakala kita melakukan perjalanan pendakian bertahap mulai dari alam insan, alam ajsam, alam mistal, alam arwah, memasuki tahapan wahidiiyyah, wahdah dan akhirnya tenggelam dalam lautan Ahadiiyyah yang tenang dan tenteram. Musnah ke-aku-annya, tenggelam dalam Tuhannya. Itulah jiwanya shalat menurut Jalaluddin Rumi.  Fana menurut Al Ghazali.  Menurut orang Hindu Samadi, hening kemudian mencapai Yoga artinya penyatuan, dalam bahasa kitanya manunggal …
Sebagaimana halnya sebutir pasir yang tenggelam dalam perut gunung. Si butir pasir akan berkata : Aku adalah Gunung.  Itulah yang disebut manunggaling kaula gusti seperti halnya Siti Jenar.  Manakala dia kembali, menyadari dirinya sendiri berada diluar gunung, maka dia akan berkata : Dia adalah Gunung... Proses berikutnya adalah mi’raj…( OOBE ),  kita melihat jati diri kita… Subhanallah…

Alm. Bapak Mulhari pernah juga memberikan wejangan sebagai berikut :  Jangan hanya sekedar mencari dan mengenal diri pribadi, tapi carilah Nurnya Allah dan harus benar menempatkannya.  Wejangan ini merupakan kelanjutan dari wejangan-wejangan sebelumnya, dimana sebelumnya beliau menjelaskan bahwa :
Sesungguhnya Al Qur’an itu diringkas menjadi Al Fatihah,
Al Fatihah kemudian diringkas menjadi Basmallah.  Kemudian basmallah diringkas menjadi lafad Allah.   Kemudian lafad Allah diringkas menjadi Tasydid di atas huruf Lam akhir.  Tasydid yang berbentuk seperti trisula atau disebut juga sebagai titik tiga di atas huruf Lam Akhir adalah merupakan simbolisasi Tri Tunggal dari konsep tanuzzulat, mulai dari : Ahadiiyyah, Wahdah dan Wahidiiyyah sebagai penjabaran dari Alif Lam Mim : Allah, Nur Muhammad, Insan ( Adam ), atau Allah, Utusan Allah dan Muhammad sebagai hamba ( insan ).  Allah, Alam Semesta dan Manusia yang akhirnya akan kembali lagi kepada Allah ( Alif ) … lautan Ahadiiyyah … yang tenang dan tenteram, yang luas tanpa batas….Sebagai Alif, apabila ditempatkan dimanapun, baik di depan, di tengah maupun di belakang, dia akan tetap tegak, tetap ajeg, sebagai gambaran keimanan seseorang yang telah mencapai pencerahan jiwa, dia akan tetap konsisten, istiqomah, dia tidak peduli akan kedudukan duniawi.  Dia telah menemukan jati dirinya sebagai seorang hamba dengan segala kelemahannya serta tidak memiliki daya apapun kecuali hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya.  Dia sudah tenggelam dalam Tuhan.
Hakikat atau esensi Alif adalah titik, sebagaimana titik huruf Ba dalam Basmallah. Titik ini merupakan titik cahaya pertama ( Nur Muhammad ) setelah Allah dengan Kudrat dan Iradatnya serta melalui sifat kalamnya bersabda : Kun ( Jadilah ) maka jadi ( Fayakun ).  Dari satu titik menjadi banyak titik, menjadi alam semesta serta seluruh ciptaan-Nya, sesuai Firman Allah :
Apakah kamu tidak memperhatikan Tuhan memanjangkan bayang-bayangnya ( AL FURQON 25 : 36 ).
Oleh karena itu bila kita ingin mengenal Allah atau ingin mengenal sesama makhluk Allah, mulailah melakukan pendekatan dengan Basmallah, yang essensinya atau hakikatnya adalah Rahman dan Rahim.  Kasih Sayang adalah rahasia Allah.  Kasih Sayang adalah Allah.  Bila kita ingin mengerti dan ingin menghayati makna Basmallah atau rahasia Kasih Sayang Allah, maka pelajarilah Al Fatihah. Bila kita ingin mengetahui dan ingin memahami Al Fatihah, maka pelajarilah serta hayatilah Al Qur’an; minimal mengerti makna terjemahan secara harfiahnya. 

Bila kita mengerti makna harfiahnya dari Al Qur’an, maka secara minimal ada 4 pelajaran yang bisa kita peroleh dan kita hayati, yaitu :
  1. Perintah dan larangan.
  2. Riwayat para Rosul.
  3. Perintah berpikir atau berijtihad
  4. Jihad fi sabilillah.

Perintah dan larangan Allah adalah merupakan norma-norma dalam kehidupan atau etika kita bermasyarakat termasuk tata cara kita beribadah kepada Allah, sehingga tercipta suatu peradaban masyarakat yang madani. 
Riwayat para Rasul terutama Muhammad SAW adalah merupakan suri tauladan bagi kita semua agar lebih mantap dalam beribadah kepada Allah, bagaimana melaksanakan perintah Allah serta bagaimana menghindarkan larangan-Nya. Kemudian perintah Allah agar kita berfikir, berfikir dan berfikir, agar kita mempunyai keyakinan yang mandiri, agar kita berijtihad, bukan kata orang lain, katanya dan katanya seperti orang buta hanya sekedar mendengar pendapat orang lain, belum pernah merasakan dan membuktikan sendiri.  Bila kita mempunyai kayakinan yang mandiri tentang Allah, maka kita bisa melaksanakan jihad fi sabilillah, berjuang di jalan Allah dengan mantap tanpa keraguan sedikitpun. Hakikat dari jihad fi sabilillah adalah Keikhlasan… Ternyata Keikhlasan  merupakan penjabaran dari Rahman dan Rahim dalam kalimah Basmallah yang harus kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Jadi ajaran Al Qur’an itu diawali dan diakhiri dengan Basmallah.  Setiap kita hendak melakukan sesuatu awalilah dengan basmallah,  dengan kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan yang tulus dengan tujuan untuk memberi rahmat kepada seluruh alam semesta, niscaya Allah pun akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita … Bila hablumminanas kita baik maka hablumminallah kita pun akan baik juga…
Jadi kita diberi tugas sebagai Halifah dan sebagai Wali Allah di muka bumi, di awali dengan Basmallah untuk memberi Rahmat bagi seluruh alam semesta dengan Kasih Sayang yang tulus dan murni, bukan dengan kekerasan…!!!
Oleh karena itu ilmu yang kita pelajari cukup Basmallah saja … !!!


AL QURAN SEJATI …
( menurut alm. Bapak Mulhari )

Sebelum wafat Rosulullah SAW berwasiat :
Aku tinggalkan untuk kamu sekalian dua perkara ( pusaka ), tidak akan kamu sekalian tersesat selama kamu sekalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah ( Al Qur’an ) dan sunah Rosulnya

Pusaka dari Rosulullah bukan untuk disimpan dan dikeramatkan namun harus dibaca, dipelajari, dikaji, dipahami diamalkan serta disebarluaskan untuk mendapatkan keridhoan Allah, bukan untuk mendapatkan surga.  
Perhatikan Firman-Firman Allah berikut ini :  

Dia-lahJibril yang menurunkan Al Qur’an ke dalam hatimu dengan seizin Allah
( AL BAQARAH 2 : 97 ).

Dia akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 )

( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami
( AL ANKABUT 29 : 49 )

Sesungguhnya Al Qur’an Yang Mulia berada pada kitab yang terpelihara, tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang disucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 )

Ayat-ayat kami di segenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 ).
Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan
( ADZ DZAARIYAAT 51 : 21 ).

Jangan mempersekutukan-Ku dengan apapun, sucikanlah rumah-Ku …
( AL HAJJ 22 : 26 )

Sesungguhnya telah datang kapadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang
( AL MAIDAH 5 : 15 )
Al Qur’an itu Cahaya ( ASY-SYURA 42 : 52 )
Allah adalah Cahaya langit dan bumi ( AN-NUUR 24 : 35 )

Bacalah Kitab yang kekal yang ada di dalam dirimu ( HADITS )

Pada hakekatnya qolbu adalah tempat yang terpelihara bagi Al Qur’an yang mulia, kitab suci tanpa tulis sebagai Sumber Hukum, Sumber Shabda bagi mereka yang diberi ilmu melalui telinga bashiroh bukan melalui telinga jasmani.  Sesuai dengan firman-firman-Nya, bahwa cara berkomunikasi dengan Allah serta petunjuk-petunjuk-Nya juga melalui qolbu yang bersih.  Kita harus hati-hati terhadap suara-suara yang kita dengar melalui telinga jasmani karena mungkin saja itu suara syaetan. Rosulullah pun bersabda bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir agar menjadi mukmin yang benar.  Oleh karena itu pelajarilah Adz-dzikir.  Adz-dzikir adalah AL Qur’an yang harus dibaca, dipelajari, dihayati sebagai kunci pembuka pintu qolbu, sehingga kita bisa masuk dan menyelam kedasarnya untuk mendapatkan mutiaranya.  Bila pintu qolbu terbuka maka qolbu bisa menerima pancaran Nur Illahi, karena Al Qur’an adalah Nur.  Dengan berdzikir hati menjadi bersih.  Hanya hati yang bersih yang bisa menyentuh kitab yang terpelihara, Al Qur’an yang hakiki, Kitab yang kekal yang berada di dalam diri kita sendiri.  Oleh karena itu bisa kita pahami, kenapa Alm. Bapak Mulhari menganjurkan agar kita tidak hanya sekedar mencari dan mengenal diri pribadi, tapi harus mencari Nur-Nya Allah dan harus benar menempatkannya.  Karena sesungguhnya yang beliau kehendaki adalah bersih hati.
Bukankah di dalam Nur Illahi terkandung juga Nur Muhammad, Nurul Islam, Nurul Qur’an, Nurul ilman, Nurul iman dan Nurul ikhsan???  Sedangkan  An-Nur adalah Allah… Dia-lah Al Qur’an sejati, kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu… Dia-lah mutiara yang berada didalam diri kita semua…  Allah akan membimbing dengan CahayaNya kepada Cahaya Nya bagi siapapun yang DIA kehendaki… Mengenal Dzat harus melalui Dzat… Allah adalah Guru Sejati yang ada di dalam diri yang akan membimbing kita untuk kembali kepada Cahaya-Nya yang disebut SwargaSwar adalah Cahaya dan Ga artinya kembali… Swarga artinya Kembali kepada Cahaya-Nya ..
Tanpa mempelajari, memahami dan mengamalkan Al Qur’an pusaka dari Rosulullah, tak mungkin kita bisa menyentuh Al Qur’an Sejati,  tak mungkin kita bisa mencapai Allah SWT …


BAHASAN PERTOLONGAN DAN UTUSAN ALLAH
( Dari alm. Bapak Mulhari )

Sesungguhnya telah datang seorang utusan dalam diri kalian sendiri ( golongan kalian sendiri ), ia merasa berat memikirkan penderitaanmu, dan sangat mengharapkan atas keselamatan dan keimananmu, lagi pula sangat penyantun dan penyayang, tapi bila mereka berpaling, katakanlah : Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Allah, kepadanya aku bertawakal, Dialah pemilik arasy Yang Agung
( AT TAUBAH 9 : 128-129

Beberapa pengertian mengenai utusan Allah adalah sebagai berikut :
  1. Bisa sebagai manusia biasa (kita semua).
  2. Para wali Allah.
  3. Para nabi dan para rosul Allah.
  4. Bisa para malaikat Allah dan para ruh suci.
  5. Bahkan hewan sekalipun dapat sebagai sarana utusan Allah.

PERHATIKAN BEBERAPA AYAT AL QURAN DIBAWAH INI :

Tanazzalul malaaikatu war-ruuhu fiihaa bi idzni Robbihim minkulli amrin.
Turun para malaikat dan Ruh ( suci ) dengan seizin Tuhannya membawa segala perintah ( AL QADR 97 : 3 )

Betapa banyaknya malaikat di langit, namun tidak sedikitpun bisa memberi safa’at ( pertolongan ), kecuali setelah Allah memberi izin kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi ( AN-NAJM 53 : 26 )

( Ingatlah ) ketika engkau memohon pertolongan kepada Tuhan-mu, kemudian Dia mengabulkan dan berfirman : sesungguhnya Aku akan menolongmu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut ( AL ANFAL 8 : 9 )

Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak. Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 )

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, bahwa jasmani berasal dari tanah, maka akan hancur, kembali lagi menjadi tanah. Sedangkan ruhani mukmin karena berasal dari Nur Muhammad, maka akan kekal dalam Cahaya Keillahian.

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik Rumah ini, yang memberi mereka makan dari kelaparan dan mengamankan dari ketakutan
( AL QURAISY 106 : 3-4 )

Oleh karena itu, berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an tersebut di atas, maka setiap permohonan sebaiknya harus langsung ditujukan kepada Allah dengan hati yang tulus merunduk dan sujud serta suara yang tidak dikeraskan.  Jasmani diam, yang berkomunikasi dengan Allah adalah ruhaninya yang menjerit di dalam hati.
Dalam hal ini kita harus ingat bahwa qolbu merupakan pengertian hakiki dari Rumah Allah, dimana qolbu juga merupakan pintu masuk ke alam ghoib.

Sucikanlah rumahku ( AL BAQARAH 2 : 125. AL HAJJ 22 : 26 )

( Cahaya itu menerangi ) rumah-rumah yang di dalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut namanya, dan bertasbih di waktu pagi dan petang ( AN-NUUR 24 : 36 )                           

Bumi dan langit-Ku tidak membuat-Ku merasa nyaman, namun hati hamba-Ku yang mukmin, lembut dan welas asih membuat-Ku merasa nyaman
( HADITS QUDSI )
Aku tidak ada di bumi dan Aku tidak ada dilangit, tapi Aku berada dalam hati orang yang beriman ( HADITS
Sesungguhnya Allah tempat bagi penduduk bumi dan tempat Tuhan-mu ada dalam hati para solihin ( HADITS )

Dengan demikian adalah wajar bila sopan santun permohonan di awali dengan mohon ampunan dan kasih sayang Allah, bersyukur atas segala karunia Allah, mohon izin dan keridoan Allah apa hajat kita, kemudian serahkan kembali segala sesuatunya kepada Allah, cukup kepada Allah kita bertawakal, pasrah total, kosongkan hati dan pikiran, diakhiri dengan dzikrullah Allah… Allah … Allah …
Adapun  kemudian Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan Nya melalui utusannya apakah berupa malaikat ataupun Ruh suci para wali atau ruh suci lainnya yang berasal dari golongan kalian sendiri (para leluhur kita sendiri), itu adalah Hak Allah atas siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi.
Oleh karena kita semua adalah manusia biasa, bukan sebagai Nabi dan bukan sebagai wali, maka utusan Allah yang datang sangat mungkin berasal dari tingkatan Ruh Suci para leluhur kita sendiri.
Dengan demikian pembacaan do’a surat Al Fatihah untuk dihadiahkan kepada RUH para Rosul khususnya Rosulullah Muhammad SAW, para malaikat Allah, para sahabat, tabiin, para wali Allah, para suhada, para guru pembimbing ruhani, para leluhur,orang tua kita, ruhani kita, anak-istri, sebelum mengajukan permohonan, itu adalah merupakan jembatan penghubung atau merupakan kabel komunikasi antara ruhani kita dengan ruhani para utusan Allah, manakala Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan NYA, melalui para utusan NYA.
Perhatikan Surat Ali Imran 3 : 169 :
Jangan kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati. Tidak! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki.  

Pengertian rizki dalam hal ini maknanya sangat luas sekali, bukan berupa materi. Semasa hidupnya mereka itu, khususnya Muhammad SAW berdo’a kepada Allah agar umatnya termasuk sanak keluarganya, selamat di dunia dan akhirat.  Do’a ini merupakan tabungan mereka yang belum cair.  Melalui surat Al Fatihah yang kita hadiahkan kepada mereka, mudah-mudahan Allah berkenan mencairkan tabungan tersebut untuk kita.  Itulah yang disebut safa’at do’a Rosulullah atau karomah do’a waliyullah atau maunat dari para guru ruhani kita serta inayah dari leluhur kita.
Sesungguhnya syaetan dan iblis merupakan manifestasi dari SIFAT JALAL ALLAH, yang secara tidak langsung mendapat perintah Allah untuk menguji keimanan manusia di dunia. Ujian keimanan ini terus berlangsung setiap saat, sampai menjelang ajal sekalipun, pada saat manusia dalam keadaan sakaratul maut.  Bila kita lengah, maka kita akan jatuh ketangan setan dan iblis.  Namun Allah juga telah memberi jaminan bahwa iblis tidak akan bisa mengganggu umat yang sedang mendekatkan diri kepadaNya.  Jadi pada saat kita sedang berdzikirullah, kita tidak usah takut kepada iblis, karena kita berada dalam jaminan Allah. 
Laa ilaha ilallah adalah benteng-Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku  ( HADITS KUDSI ).


MEMBANTU YANG SAKARATUL MAUT.
( Dari alm. Bapak Mulhari )

Pada saat menjelang maut, setan dan iblis pun datang menggoda manusia agar mengikuti mereka.  Oleh karena itu, bila kita ingin membantu mereka yang sedang menghadapi sakaratul maut, caranya adalah sbb : yang pertama kita harus mengusir syaetan dan iblis tersebut dengan membaca do’a kunci 1 kali, kemudian membaca Surat Pengusiran, Surat Al HASYR 59 : 22 s/d 24 sebanyak 1 kali sambil menahan nafas, kemudian kita tiupkan dari arah kiri kita ke arah kanan.  Yang kedua adalah membaca Surat AT TAUBAH 9 : 128-129 minimal 1 kali sambil menahan nafas. Semoga utusan Allah yang sebenarnya datang menjemput.  Yang ketiga  : Ya Subuhun, Ya Kudusun, Robbuna wa Robbul Malaikatu wa ruh, agar  tetap berpegang pada tali Allah.  Yang ke empat baca : Bismillahi nikmati ladzina an amtuna alaena wa kafa bihi nikmati Islam, agar mendapatkan nikmat Islam.
Yang ke lima membaca : innalillahi wa inna ilaihi roojiun ... dari Allah kembali kepada Allah.. DARI CAHAYA KEMBALI KEPADA CAHAYANYA...
Kemudian kita tutup dengan membaca do’a kunci 1 kali, serta mohon izin dan keridoan Allah agar memberikan ampunan dan kasih sayang NYA kepada si sakit, serta mohon agar si sakit tetap beriman dan bertawakal kepada Allah semata, serta mohon agar ia mendapatkan nikmat Islam dan mohon agar yang datang menjemput si sakit adalah utusan Allah yang sebenar-benarnya.
Tata cara di atas bisa dipimpin oleh seorang imam, yang lain sebagai ma’mum, hanya mendengarkan dan mengikuti kata-kata imam di dalam hati.
Yang terakhir adalah : dzikir Asma Allah secara bergantian di telinga si sakit.
Demikianlah apa yang penulis dapatkan dari orang tua dan para sesepuh lainnya. Sesungguhnya penulis sendiri tidak mengerti dan tidak memiliki apa-apa, jangankan kepandaian, kebodohanpun bukan milik penulis.

9 komentar:

  1. Assalamualaikum saya sngt senang skali baru kali ini ada yg menjelaskan tentang cara menghubungkan kita / diri sm yg khalik ( habluminallah utk mencapai tauhid )

    Semoga amal islam nya alm. Bpk mulhari di terima Allah swt. Amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. amin .. amin Ya Robbl alamin... terima kasih atas do'anya

      Hapus
  2. Assalamualaikum saya sngt senang skali baru kali ini ada yg menjelaskan tentang cara menghubungkan kita / diri sm yg khalik ( habluminallah utk mencapai tauhid )

    Semoga amal islam nya alm. Bpk mulhari di terima Allah swt. Amin..

    BalasHapus
  3. Aamiin yaa rabbal 'alamiin...

    BalasHapus
  4. Mohon ijin mengamalkan pak.
    Semoga bapak selalu berada dalam lindungan-Nya dan Kasih Sayang-Nya.

    Tapi mau tanya sebelumnya nih pak, yang di maksud Do'a Kunci itu yang mana pak?

    BalasHapus
  5. Trm ksh atas semua ilmunya
    Sm pertanyaannya doa kunci bgmn?

    BalasHapus
  6. doa kunci.. sebagai pembuka dn penutup..
    1. ta awud.
    audubillahiminas syaetonnirojim 1x
    2. basmallah 3x
    3. syahadat 1x
    4. Innalillahi dst.. 1x
    5. laa haola wa laa quwata dst 1x

    BalasHapus
  7. doa kunci utk pembuka dan penutup
    1. Ta awud : audzu billahiminas syaitonirojim 1x
    2. basmallah 3x
    3. syahadat 1x
    4. Innalillahi wa inna ilaihi dst 1x
    5. laa haola dst 1x

    BalasHapus
  8. Jazakalloh sudah berbagi ilmunya, insyaalloh menjadi ilmu yg bermanfaat
    Barokallohu

    BalasHapus