Translate

tema 1

tema 1
tema

Jumat, 14 Juni 2013

TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR - MEDITASI 2


Perhatikan Firman Allah :
Bukankah aku Tuhanmu.  Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 ).  Semua ruh sudah berserah diri, semua ruh sudah muslim yang artinya berserah diri.  Bila kita mau jujur, sesungguhnya semua umat manusia di dunia sudah muslim. Allah telah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan.  Siapapun yang memutuskan tali silaturahmi, dia akan mendapatkan kehinaan dimanapun dia berada (Ali Imran 3 : 112). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 48 : Allah telah menciptakan bermacam-macam umat serta tata cara penyembahan kepada Tuhan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing umat. Surat Al Baqarah 2 : 62 : Bagi mereka yang beriman kepada Allah, kepada hari kiamat dan berbuat kebaikan, baik penganut Yahudi, Nasrani maupun Shabin, mereka juga akan mendapat pahala dari Tuhannya.  Allah tidak membeda-bedakan umat manusia, karena kita semua adalah ciptaanNya… Perhatikan Surat Al Hijr 15 : 29 : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya.  Berarti di dalam setiap umat manusia bahkan di semua ciptaanNya ada Ruh Tuhan, ada Essensi Dzat Illahiah. Perhatikan juga Surat Fushshilat 41 : 53-54 dan Surat Adz Dzaariyaat 51 : 21 : Tanda-tanda Ku di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua ada tanda-tanda Allah, ada essensi Ilahiah,  apakah engkau tidak memperhatikan.  Di air hujan, di air comberan, di air laut, di dalam lumpur, bahkan di dalam debu sekalipun ada Aku, ada tanda-tanda Ku, ada rahasia-Ku.  Apakah engkau tidak memperhatikan, apakah engkau tidak mengetahui, apakah engkau tidak berfikir … Padahal kita telah diberi akal …
Setiap Ruh yang masuk ke dalam tubuh manusia membawa amanah  ( Al Ahzab 33 : 72 ). Tidak disebutkan amanah itu apa.  Mungkin amanah itu adalah tugas Ruh hidup di dunia sebagai apa.  Apakah sebagai khalifah ataukah sebagai penjahat ataukah amanah itu adalah agama ???  Bila memang agama, tidak dikatakan agamanya apa.   A artinya tidak dan Gama artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Tidak kacau artinya damai.  Islam artinya damai.  Semua Ruh yang dilahirkan ke dunia, apakah dia negro, bule, kuning, coklat, mata belo, mata sipit, tanpa kecuali, mereka semua adalah Umat Allah, semuanya membawa amanah Allah, semua umat membawa amanah agar damai, semua umat membawa amanah agar tidak membuat kekacauan di muka bumi ini.
Perhatikan Surat Al Anbiya 21 : 92 : Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku.
Apakah agama yang satu itu ???  Yaitu agama yang mengajarkan tentang fitrah. Agama yang mengajarkan tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah… Berserah diri adalah muslim… Itulah Islam.   Kita semua sudah muslim sejak di alam arwah.  Jadi kita tidak perlu ribut-ribut bertengkar mengenai masalah agama, karena semua agama mengajarkan tentang fitrah dan fitrah itu sudah terprogram di dalam hati nurani semua umat manusia.  Kata Al Qur’an : Fitrah itu tidak pernah berubah ( Ar-Rum 30 : 30 ).  Oleh karena itu, semua umat manusia sama di mata Allah. Allah tidak melihat wajah dan harta kita.  Allah hanya melihat hati kita.  Keimanan dan ketakwaanlah yang membedakan kita di mata Allah apapun agamanya. Kita perhatikan Surat Al Maidah 5 : 3 : Dan telah Aku ridhoi Islam (fitrah,damai) menjadi agamamu.

Dalam keadaan bathin yang meditatif ada perasaan tenang dan tentram, damai dan bahagia. Terjadi ekstase, karena di dalam otak kita terjadi proses pengeluaran hormon Endomorpin dan Melatonin  yang mempunyai efek ekstase.  Tidak ada lagi rasa dendam yang membara di dalam dada, tidak ada lagi rasa benci di dalam hati, karena apapun yang kita benci di dalamnya ada tanda-tanda Allah, ada rahasia Allah, ada Essensi Dzat Ilahiah … Pada tahap ini kita masuk ke dalam dimensi lain di luar jangkauan nalar, di luar jangkauan ruang dan waktu.  Situasi dan kondisi seperti itulah yang disebut samadi, menurut Al Ghazali adalah tahap fana, dimana kita merasa lebur dan larut, selanjutnya adalah kasyaf, terbukanya tabir.
Dari apa yang di ajarkan Nabi Muhammad serta generasi penerusnya para sufi Al Hallaj, Jalaluddin Rumi dan Al Ghazali maupun bagi yang bukan umat Islam Khrisnamurti, Charan Singh dan Ching Hay, tampak adanya persamaan dalam rangka upaya untuk mencapai pencerahan atau makripat kepada Dzat, yaitu melalui dzikir-meditasi.  Bagi umat Islam kesempurnaan keberagamaan bila telah mencapai iman, islam dan ikhsan. Iman dipelajari melalui ilmu ushuluddin, islam dipelajari melalui ilmu fikih dan ikhsan hanya bisa dicapai melalui tasawuf. Jadi selain sholat lima waktu, bagi umat islam yang ingin mencapai kesempurnaan, untuk mencapai pencerahan, mau tidak mau kita harus melakukan latihan dzikir - meditasi untuk melihat Cahaya Ilahi serta mendengarkan Shabda Ilahi agar bisa mencapai fana dan kasyaf, agar bisa mencapai pencerahan dan makripat kepada Dzat, agar kita menjadi insan kamil, yaitu manusia yang paling mulia di sisi Allah.

Apakah dan bagaimanakah pencerahan itu ??? Menurut Al Ghazali adalah penyaksian (musyahadah) secara langsung. Pencerahan adalah kasyaf, terbukanya tabir, berhadap-hadapan antara Ruh yang berasal dari Cahaya Allah dengan Cahaya Allah.  Melalui cahaya ini orang-orang arif melakukan pendakian, mi’raj.  Cahaya Allah akan senantiasa menyejukkan bathin kita.  Cahaya itu akan membimbing serta memberikan petunjuk kepada kita untuk mendaki, naik ke tingkat demi tingkat berikutnya sampai kita mendapatkan harta yang luar biasa, mutiara yang tidak ada bandingnya di dalam bathin kita.
Perhatikan Firman Allah :
  1. Surat Al Balad ayat 10-12 :
Dan kami tunjukkan kepadanya dua jalan, akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki. Tahukah kamu jalan yang mendaki itu.
  1. Surat Al Insiqaaq ayat 19 :
Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat.
  1. Surat An Nuur ayat 35 :
Cahaya diatas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki.

Selanjutnya berpulang kepada diri kita masing-masing, apakah ingin naik tingkat atau tidak.  Apakah kita ingin menyempurnakan keberagamaan kita ???  Bila ingin, ya kita harus mengikuti jejak Rosulullah saw sewaktu di gua Hira atau mengikuti jejak para Sufi untuk mempelajari tasawuf.  Di dunia ini, jarang sekali orang yang mau mempelajari tasawuf, tidak ada paksaan dalam ajaran Islam.  Seharusnya tasawuf di ajarkan sejak dini…agar perilaku para remaja terkendali…

Untuk mempelajari tasawuf apakah perlu dibai’at oleh seorang guru…???  Apakah Rosulullah pernah dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rosulullah memiliki Guru Mursid…??? Tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi guru Rosulullah.  Karena hati beliau bersih, bahkan dada beliau pernah dibelah kemudian hati beliau dicuci bersih oleh Malaikat Jibril, maka beliau bisa mendapat petunjuk langsung dari Allah.  Beliau tidak pernah dibai’at oleh siapapun.  Allah-lah Maha Guru Sejati Rosulullah yang telah membai’at Rosulullah.  Allah telah membai’at kita semua ketika masih di alam arwah. Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhan-mu.  Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 )…!!! 
Kata Rosulullah kita harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah… 
Apakah kita masih belum percaya kepada Rosulullah, sehingga kita harus berpegang pada guru mursid???
Allah pun berfirman  :
Katakanlah : jika kamu mencintai Allah ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah mencintaimu dan juga mengampuni dosa-dosa kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 31 )

Sabda Rosulullah saw :
Apabila khalifah tidak ada, maka menghindarlah, dan tidak ada kewajiban bai’at bagi kaum muslimin… tinggalkan semua golongan yang ada…
Mintalah fatwa pada hatimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa …

Berarti bukan membuat dewan imamah palsu seperti halnya Islam Jamaah atau berupa bai’at-bai’at tarekat-tasawuf pada masa kini, itu semua tanpa dasar baik dari Kitabullah maupun dari Sunnah Rosulullah…
Apakah kita masih ingin dibai’at oleh seorang guru yang disebut guru mursid…??? Apakah pegangan kita harus beralih kepada guru mursid …???  Pada umumnya setelah kita dibai’at oleh seorang guru yang menamakan dirinya guru mursid… kita harus selalu patuh kepadanya… Akibatnya muncul iman taklid dan panatisme yang berlebihan kepada guru tersebut… Kemudian beranggapan bahwa seolah-olah hanya ajaran gurunya saja yang paling benar… Pola pikir menjadi terpasung… Tidak berkembang.  Apa yang diperintahkan guru segera dikerjakan tanpa dicerna lagi… Para murid yang dibai’at lupa bahwa guru mursid juga manusia biasa yang darahnya masih merah, masih mempunyai hawa nafsu…  Imam Al Ghazali tidak menghendaki kita taklid dan dogmatis… Karena beliau adalah orang yang sangat kritis.  Beliau dikenal sebagai Hujatul Islam melalui bukunya : IHYA ULUMUDDIN. Lalu apakah Al Ghazali membai’at murid-muridnya…??? Bagaimana bila kita tidak pernah berjumpa dengan guru mursid…???  Kini abad IPTEK.  Bukalah internet untuk menambah wawasan tentang tasawuf.   Kita tidak usah takut untuk berlatih dzikir – meditasi sendiri agar kita bisa mencapai tingkatan ikhsan…!!!  Ingat Guru Sejati ada di dalam diri…!!!!   Dia adalah Allah yang telah membai’at kita ketika masih di alam arwah dan Allah-lah yang akan membimbing perjalanan Ruh kita dengan Cahayanya menuju CahayaNya, bukan manusia…!!! 
Ingat : laa ilaaha illallaah adalah benteng Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi )

Islam itu dinamis tidak taklid dan tidak dogmatis :
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( Al Allaq 96 : 1-5 )
Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian 
( Al Baqarah 2 : 282 )… Allah Guru Sejati…
Allah akan membimbing dengan Cahaya-nya kepada Cahaya-Nya bagi yang dikehendaki-Nya ( An Nuur 24 : 35 )… Allah Guru Sejati…

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Ali Imran 3 : 190 )
Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya  ( Yunus 10 : 100 )
Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui  ( An Nahl 16 : 89 )
Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 )

Ilmu Allah sangatlah luas, seperti samudera tanpa batas, tak mungkin kita bisa mempelajari semuanya. Kadang-kadang semakin banyak apa yang kita pelajari, ego kita menjadi semakin tinggi, sehingga kita menjadi semakin menjauh dari Tuhan… Oleh karena itu bukan seberapa banyak apa yang harus kita pelajari, namun seberapa dekat kita kepada Tuhan. Selama ini ego kita yang ngoceh terus memohon kepada Tuhan, tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk mendengarkan Shabda Tuhan, apa kehendakNya untuk kita. Kita harus yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita di dunia ini.
Oleh karena itu alangkah dungunya kita, kalau kita hanya merengek-rengek terus minta duniawi tanpa mau mendengarkan Shabda Tuhan.   Shabda Tuhan adalah hening …. dalam hening … Dia datang … menampakkan CahayaNya, serta dengan lembut Dia menyapa hambanya.  Dalam hening dengarkan Shabdanya melalui telinga bathin … Justru inilah harta yang amat sangat berharga bagi kita, bukan harta duniawi, namun perjumpaan denganNYA.
Kata Rosulullah, pembersih hati adalah Dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Bila hati bersih pintu hati akan terbuka lebar, jalan menuju Allah bebas hambatan.  Oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar berdzikir secara bertahap.  Sebaiknya dilakukan setelah selesai sholat apa saja agar suasana sakral, suasana religiusnya terbina tahap demi tahap.
Putarkan kaset musik lembut sebagai pembatas waktu serta wangi-wangian atau dupa wangi untuk membantu menentramkan suasana hati kita yang sedang kalut.
Duduklah dengan santai di atas kursi atau duduk bersila di atas lantai dengan alas yang empuk.  Duduk setegak mungkin tapi harus santai, jangan dipaksakan.  Usahakan agar posisi kepala, tulang punggung sampai tulang ekor berada dalam satu garis lurus.  Kedua telapak tangan berada di atas paha.
Santai,senyum dan pasrah sebagai langkah awal dari relaksasi.
Agar perhatian kita tidak bercabang-cabang, maka mata harus dipejamkan.  Niatkan dalam hati untuk memusatkan perhatian ke satu titik di kening di antara kedua alis mata atau membayangkan lafad Allah, atau bayangkan wajah ibu kita, atau bayangkan wajah kita sendiri, hanya niat saja, tanpa harus memaksakan diri.  Semakin dipaksa kerja otak akan semakin giat.  Biarkan seperti air mengalir.  Biarkan apa adanya.  Setiap pikiran yang berkelebat jangan dianalisa, namun harus kita sadari agar kita segera kembali ke titik semula. Lambat laun pun  akan terjadi relaksasi secara alami.  Santai, senyum dan pasrahkan semuanya kepada Allah …
Ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit yang artinya dengan ujung lidah kita mengukir asma Allah pada langit-langit.  Bila suatu saat nanti kita sudah tidak sanggup lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut, berarti kita eling, ingat kepada Allah, maka kita mati dalam keadaan muslim…

Bacalah buku RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk., di halaman terakhir…!!!  Diceriterakan bahwa pada saat menjelang maut, ujung lidah Syeikh Abdul Qadir Jaelani dilipat ke atas menyentuh langit-langit mengucapkan Allah… Allah … kemudian beliau wafat… sebagai muslim…

Ujung lidah tersebut akan memberikan rangsangan ke langit-langit diteruskan ke otak, ke kelenjar hypofisis, hypothalamus, thalamus dan kelenjar pineal. Hypofisis akan mengeluarkan hormon pertumbuhan untuk regenerasi sel-sel  tubuh kita, daya kekebalan tubuh kita meningkat, dan sel anti kanker meningkat, sehingga tubuh kita menjadi sehat. Selain itu otak pun akan mengeluarkan hormon Endomorpin dan Melatonin yang akan mencapai kadar optimalnya pada saat puncak dzikir-meditasi, sehingga terjadi ekstase, otot-ototnya rileks, hatinya tenang dan tentram…  
Bila otaknya direkam maka akan muncul gelombang Alpa kemudian pada puncak meditasi muncul gelombang Theta, dengan frekwensi 4 – 7 Hz.  
Karena pengaruh Endomorpin pembuluh darah melebar, sirkulasi darah ke otak lancar, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sehingga sel otak yang aktif pun meningkat. Secara alami kita menjadi manusia yang cerdas lahir dan bathin. Kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritualnya meningkat… Ini luar biasa. 

Pada saat menahan nafas, penyerapan oksigen menjadi optimal, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai di dalam tubuh sehingga aktifitas elektron meningkat yang akan menimbulkan gelombang elektromagnetik disekeliling tubuh kita.  Bila saat meditasi gelombang elektromagnet ini direkam dengan alat photo Kirlian yang sudah dimodifikasi maka akan terekam cahaya aura, diawali cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu dan pada saat puncak meditasi akan muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Kata Jalaluddin Rumi, apapun agamanya hasil akhir dari keimanan sama…

16 komentar:

  1. Terima kasih sekali atas tulisannya Pak. Sangat mencerahkan. Dari apa yang saya pelajari, dzikir hening (dalam nafas, semedi) adalah salah satu cara untuk berkomunkasi dengan Tuhan yang ada dalam diri setiap mahluk apapun jalan yang ditempuh dalam menemukanNYA.

    Beberapa wali tasawuf di tanah air seperti Syeh Siti Jenar, Sunan Kalijaga, atau Sunan Lawu misalnya juga mengajarkan dzikir nafas ini (nafi isbat / solat batin) yang terus menerus dilakukan selama manusia masih bernafas sampai menghembuskan nafas terkahirnya untuk menuju tahapan selanjutnya yaitu sholat daim dan sholat daimul haq (jasad dan batin melebur menghadap Allah)

    Mohon koreksinya jika keliru

    Salam Rahayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. iya betul, memang demikian...malah ada ajaran atau doa khusus untuk melihat jati diri dan untuk bisa bertemu dengan sedulur papat ke lima pancer. tapi, dalam bahasa jawa campur sunda...itu lah yang di sebut khowarikul adat...dan saya tidak berani menuliskannya karena khawatir itu menjadi fitnah...walaupun doa untuk melihat jatidiri namun tuhan maha adil maha mengabulkan semua doa. Bukan suatu yang mustahil bila tuhan menghendaki dengan melatih dzikir metode 11-21-10 (tuntunan praktis dzikir-meditasi) maka akan ketemu jati diri (Out off body experience)

      Hapus
    3. Untuk melihat jati diri : boleh pilih no 1 atau no 2
      dibaca dalam hati 41 kali , 111 kali selama 41 malam
      1. Bismillahirohmanirohim
      Del rasa as nyawa putih. Sira metu saking jasad.
      Ingsun arep weruh lonjoring pangeran.
      Engko iki den enggalaken sarta parek, ingsun tumindak gumantung tanpa telapakan, gumancang tanpa wewayangan..
      Ya Ingsun Sejatining Hurip… Ya Allah.. Ya Muhammad…
      Dilanjutkan dengan dzikir : Allah.. Allah.. Allah selama 30 menit
      2. Bismillaah…
      Kun Dzat Kun… Aja sira ngaling-ngalingi sukma ingkang tapa ono sajeroning wayangan ingsun.
      Sira sumingkira, ingsun arep weruh sejatining urip.
      Dilanjutkan dengan dzikir Allah… Allah.. Allah selama 30 menit
      Puasa 3 hari bukanya pisang raja dan air putih…

      Untuk bertemu sadulur papat :
      Dibaca dalam hati 41 kali, 111 kali selama 41 malam
      Bismillaah …
      Sukma langgeng luwita, sukma adi luwita, sukma ngumbara, sukma wisesa…
      Malaikat Jabrail, malaikat Minkail, malaikat Isrofil, malaikat Izroil
      Malaikat Badaniah, malaikat Rohaniah, malaikat dinding Jalalullah..
      Sarinik acining banyu …
      Dilanjutkan dengan dzikir Allah..Allah..Allah selama 30 menit

      Hapus
  2. saya senang ikut membaca artikel bapak apa lagi bapak sangat kritis tentang ilmu tasawuf hanya saja saya kurang faham tentang meditasi di dalam tasawuf .. apakah meditasi sama juga dengan muroqobah di dalam tasawuf ? mohon pencerahan dari bapak. tks#salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://www.slideshare.net/drmaman/jalan-sufi-16176449

      Hapus
  3. Pak, supaya kita dapat berjumpa dan berkomunikasi dengan ruh seseorang, apakah yang harus dibaca? Mohon pencerahannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. DO’A UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN RUH SESEORANG…
      ( Oom Sun Bandung )
      Baca : Bihaqi man kola ya syaehu dst..
      Suma ila hadoroti malaikat Ridwan, Al Fatihah..1x
      Ya Allah hamba mohon izin dan keridoan-MU melalui Malaikat Ridwan, hamba ingin bertemu dengan Ruhnya … ( sebutkan namanya.. bin… )
      Al Fatihah…
      Hening… sampai terasa kehadiran Ruh…

      Bismillah…
      Bihaki man kola ya syaehu syekh Abdul Qodir Zaelani, Syekh Ahmad Kabiru Rifa’i. wa ya kolu roikuka syafin minal amrodi wa sumi ghoerihi ma kariki, Allohu hadirin, Allohu nadirin, Allohu syahidin, innalloha ala kuli syaein muhit …. diwirid minimal 111 kali selama 7 malam berturut-turut…

      Hapus
    2. Sebetulnya dengan kita sering berlatih Dzikir dengan sendirinya akan mampu berkomunikasi dengan roh...

      Hapus
    3. kemudian bila hati kita bersih ilmu laduni akan datang dengan sendirinya...lewat mimpi...Apakah guru kita atau leluhur kita memberikan wejangan lewat mimpi.

      Hapus
  4. Kalau boleh sy juga mohon dibabarkan bacaan agar dikarunia laduni... Terima kasih banyak pak atas kesediaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila hati kita bersih Allah swt akan memberi petunjuk kepada hatinya (kata Al Qur'an)

      Jadi ilmu laduni dengan sendirinya di dapatkan , contohnya Rosullullah karena hatinya bersih maka beliau mendapatkan pelajaran langsung dari Allah Swt

      Hapus
  5. Pak, sy mohon diajarkan juga bacaan ataupun metode kekuatan pikiran untuk mempengaruhi pikiran seseorang dalam konteks yang positif...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila inner power kita sudah kuat dengan sendirinya akan mudah mempengaruhi fikiran orang lain tapi, tidak boleh di salah gunakan...bisa membaca pikiran orang lain sebelum dia bicara...
      Berlatihlah berdzikir untuk menghimpun kekuatan dengan metode yang sederhana...metode 11-21-10

      Hapus
  6. Maaf mau tanya,bagaimana langkah-langkah agar hati kita bersih?
    Kok saya merasa susah sekali mendapatkan hati yang bersih,

    Terimaksih

    BalasHapus
  7. Kata Rosulullah SAW. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih kolbu adalah dzikir. Dan dzikir adalah jalan terdekat menuju kpd Allah. Banyak metode dzikir... cari metode yang sederhana dan mampu laksana... Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui... seperti halnya kita belajar menulis, bila tdk memiliki laptop ya pakai areng... yang penting bisa menulis... berlatih dzikir tidak bisa sehari dua hari.... harus sering ... terserah kita... umumnya tahap pertama 7 malam berturut-turut... kemudian bila ada waktu luang berlatih 41 malam berturut-turut... itu sebagai fondasi... selanjutnya cukup 1x setiap malam hari lahir atau setiap malam jumat.. kata para sesepuh...dengan berdzikirhati akan menjadi tenang dan tentram... karena dgn berdzikir-bermeditasi otak kita akan mengeluarkan endomorpin... kkta ekstase dan senang.. dada kita terasa lapng... perilaku jadi terkendali... namun harus diingat selama darah kita masih merah... omong kosong bila tdk memiliki hawa nafsu... yang cenderung negatif... insya Allah bila kita sering berdzikir lambat laun hati kita akan yrkendali... maaf baru dibalas sekarang...

    BalasHapus