Translate

tema 1

tema 1
tema

Rabu, 05 Desember 2012

KEWAJIBAN BELAJAR BAGI UMAT ISLAM


KEWAJIBAN BELAJAR BAGI UMAT ISLAM
update 02-07-2014
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan Dia adalah Al Alim yang memiliki semua ilmu.  Allah sendiri yang membimbing dan memberikan pelajaran kepada umat manusia sejak pertama kali Adam di ciptakan, sehingga pengetahuan malaikatpun kalah oleh Adam, karena Bani Adam dimuliakan Allah, dijadikan Halifah dan juga sebagai Wali Allah di muka bumi.  Allah adalah Guru Sejati …

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah diciptakan 
( AL ISRA 17 : 70 ).

Allah mengajarkan kepada Adam semua nama …( AL BAQARAH 2 : 31 )
Mereka menjawab : Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana ( AL BAQARAH 2 : 32 )

Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian
( AL BAQARAH 2 : 282 )
Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk dan rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri
( AN NAHL 16 : 89 ).
Cahaya di atas cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang dikehendakinya ( AN NUUR 24 : 35 )

Sesungguhnya di dalam ( Al Qur’an ) itu terdapat Rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman ( AL ANKABUT 29 : 51 )

Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( AN NAHL 16 : 43 )

Sekarang abad IPTEK... bertanyalah kepada Mbah GOOGLE…  Untuk menambah wawasan keilmuan pelajaran tasawuf para sufi, kita harus sering ziarah internet, bukan ziarah kubur,  sebagai bahan untuk bertanya kepada ahlinya…
Islam itu dinamis.  Banyak Firman-Firman Allah di dalam Al Quran yang memerintahkan manusia untuk wajib belajar dari apa yang dilihatnya di alam semesta ini dan dari apa yang ada di dalam dirinya.  Diawali dengan perintah Allah untuk membaca dan mengajarkan manusia melalui kalam-NYA , kemudian manusia diperintahkan untuk berfikir, bertafakur, bertazakur ( berzikir ), dan mempergunakan otaknya.  Adapun tujuan perintah belajar dari Allah itu sesungguhnya agar manusia mengenal Allah, agar manusia menyadari siapa Penciptanya.  Alangkah dungunya manusia yang berguru kapada jin,  syaeton, iblis dan lain-lain.  Mereka yang berguru kepada jin, syaeton dan iblis, tidak sadar bahwa manusia tingkatannya lebih mulia dan memiliki kelebihan yang sempurna dari pada jin, syaeton dan iblis.

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam.  Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( AL ALLAQ 96 : 1-5 )

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( ALI IMRAN 3 : 190 )

Sesungguhnya pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda ( kekuasaan Allah ) bagi orang-orang yang beriman.  Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang melata yang bertebaraan ( di muka bumi ) terdapat tanda-tanda untuk kaum yang meyakini.  Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda bagi kaum yang berakal.  Itulah ayat-ayat Allah yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan mana lagikah mereka akan beriman sesudah ( kalam ) Allah dan keterangan-keterangannya ( AL JAATSIYAH 45 : 3-6 )

Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 )

Dan Kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadikan pelajaran dan peringatan bagi hamba-hamba yang kembali mengingat Allah ( QAAF 50 : 7-8 )

Tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan di dalam diri mereka ( FUSSILAT 41 : 53 )
Dan di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan
( ADZ-DZARIYAT 51 : 21 )
Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi mereka yang takwa ( ALI IMRAN 3 : 138 )

Al Quran diturunkan tidak hanya untuk bangsa Arab saja, tapi untuk semua umat di dunia baik bagi yang  muslim maupun bagi umat yang non muslim.  Siapapun yang mempelajari ayat-ayat Allah baik yang tertulis di dalam Al Quran maupun yang terhampar di alam semesta maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya.  Misalnya : Emoto yang meneliti kristal air, Murakami ahli genetika,  kemudian orang Thailan non muslim yang mempelajari ilmu dasar rekayasa genetika beberapa jenis tanaman hias yang indah-indah, tumbuh-tumbuhan dan perikanan maka hasilnya adalah yang kita kenal sebagai jambu bangkok, pepaya bangkok, duren bangkok dan ikan nila bangkok.  Kita yang mengaku muslim sangat jauh tertinggal, karena kita tidak mau mempelajari ayat-ayat Allah. 
Walaupun demikian orang Indonesia itu heeiibat men…!!!  
Pesawat terbang pun bisa jadi beras ketan …!!!???  

Keutamaan menuntut ilmu bagi setiap umat Islam hukumnya adalah wajib.  Tuntutlah ilmu sejak dalam buaian ibu sampai akhir hayat, sampai ke negeri Cina sekalipun.  Demikian menurut beberapa Hadist Rosulullah.  Jangan menutup diri.
Kenapa harus belajar ke negeri Cina, bukan ke Amerika ???  Apakah karena di Cina ada tata cara meditasi dan ada dongeng Sun Go Kong, dewa kera yang melawat ke barat mencari sebuah kitab suci ??? Apakah para ahli kitab di Cina telah mendapat petunjuk Allah bahwa di barat akan diturunkan kitab suci melalui seorang Rosul ???  Sebagaimana Nabi Isa berkata :
aku adalah utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira, akan datang seorang Rosul setelahku yang bernama Ahmad… ( AS-SAFF 61 : 6 ). 

Apakah semua ini hanya faktor kebetulan ataukah rencana Allah …???  Apakah kita tidak berpikir bahwa Nabi Isa , Cina dan Nabi Muhammad saling berkaitan …???  Di mata Tuhan planet bumi ini kecil, hanya sebesar debu … Arab dan Cina nempel …
Di abad internet ini, apa yang terjadi di Arab, bisa dilacak dari Cina…
Ilmu merupakan landasan untuk beribadah kepada Allah. Tanpa ilmu pengetahuan tak mungkin kita bisa beribadah dengan benar dan selamat.   Demikian juga  sebaliknya :  Bila ilmu pengetahuan tanpa disertai ibadah kepada Allah akan menyebabkan kehancuran. Antara ilmu pengetahuan dan ibadah kedua-duanya harus berjalan seimbang.  Kita harus memiliki ilmu, iman dan ahlak sebagai bekal kehidupan.  Tuhan telah memberikan akal dan kebijaksanaan kepada manusia.  Ilmu merupakan proses akal yang berhubungan dengan organ otak, sedangkan kebijaksanaan berkaitan dengan masalah hati dan perasaan atau qolbu.  Itulah bedanya manusia dengan binatang. Tuhan telah menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan Nya yang paling sempurna, diberi mata, telinga, hati dan ruh. Tuhan juga bisa menjatuhkan martabat manusia menjadi makhluk yang hina, lebih hina dari hewan.  Sehina-hinanya hewan tidak akan masuk neraka seperti manusia.
Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dengan cara yang sempurna, kemudian kami jerumuskan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan, mereka akan mendapat pahala yang tiada habis-habisnya ( AT-TIN 95 : 4-5-6 ) …

Oleh karena itu agar bisa mencapai kesempurnaan sebagai insan kamil yang mendapat kebahagiaan dan kemuliaan disisi Allah hendaknya kita menggali dan mempelajari ilmu mengenal Allah, melalui tanda-tanda atau ayat-ayat-NYA baik yang tertulis di dalam Al Quran maupun ayat-ayat yang terhampar di alam semesta ciptaan-Nya serta yang ada di dalam diri setiap manusia dan atomnya.

Semulia-mulianya ilmu adalah ilmu mengenal Allah Demikian menurut Al Ghazali.  Seluruh ilmu pengetahuan pada akhirnya akan bermuara pada ma’rifatullah ( mengenal Allah ), bukan sebaliknya.  Metode pencapaiannya adalah dengan cara sunguh-sungguh menghayati Af ‘al Nya untuk menuju kepada sifat-sifat Nya, kemudian dari sifat-sifat Nya menuju kepada Dzat Nya.  Semua Firman-firman Allah yang berkaitan dengan perintah belajar, berpikir dan berpikir, pakai nalar, itu semua pada akhirnya adalah agar kita sadar dan kembali kepada-NYA. 
Ilmu tentang Dzat sangat sulit untuk dipahami.  Oleh karena ingin mengenal Allah maka para sufi, termasuk Al Ghazali lebih mengutamakan ilmu ilhamiah atau ilmu laduni dari pada ilmu akal. Karena hakikat Dzat adalah transenden, tak bisa terjangkau oleh akal pikiran dan panca indera. Menurut Simuh ilmu ilhamiah atau ilmu ghoib ini merupakan anak kandung dari ilmu tasawuf.  Para sufi menilai bahwa ilmu laduni ini satu tingkat di bawah wahyu.  Berfikirlah kalian tentang apa yang diciptakan Allah, jangan kalian berfikir tentang Dzat Allah (hadist).

AGAMA ALLAH HANYA SATU


AGAMA ALLAH HANYA SATU
update 02-07-2014

Pada prinsipnya semua agama yang ada di dunia ini mengajarkan dan menganjurkan umatnya untuk berbuat kebajikan, beramal soleh serta menjauhi kemunkaran.  Semua agama juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu membawa umatnya menuju ke arah keimanan, ketakwaan, kesucian, keselamatan dan kedamaian di dunia dan di akhirat, mengajarkan tentang kasih-sayang, kesabaran dan keikhlasan serta tata cara berserah diri kepada Allah.

Firman Allah :
Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku ( AL HIJR 15 : 41 )
Jangan ikuti jalan-jalan lain ( AL AN’AM 6 : 153 )
Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, karena  itu sembahlah Aku ( AL ANBIYA 21 : 92 )

Mari kita perhatikan juga firman-firman Allah di bawah ini :
Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRAN 3 : 19 )
Barang siapa mencari selain Islam-Fitrah sebagai agama dst…( ALI IMRON 3 : 85 )
Aku ridhoi Islam-Fitrah jadi agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 )

Yang dimaksud Islam dalam ketiga ayat tersebut, adalah Islam-Fitrah sebagai landasan dari Allah, apapun nama agamanya.  Berarti sejak zaman Nabi Adam, Nabi Ibrahim sampai kepada Nabi terakhir Muhammad SAW bahkan semua agama di dunia essensi dan substansinya sama.  Semuanya mengajarkan tentang Fitrah, tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, keselamatan, kedamaian dalam kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan, serta berserah diri kepada Tuhan.  Adapun metodenya juga sama, yaitu dimulai dengan pelajaran ke-Tauhid-an meng-ESA-kan Allah, kemudian pelajaran berikutnya adalah mengenai tata cara penyembahan, penghambaan dan ketaatan kepada DzatNya yang disebut ubudiyah.  Untuk mencapai puncak spiritual, tata caranya juga sama, yaitu melalui dzikir-meditasi…!!!

Allah berasal dari kata Al Ilah, artinya yang dirindui, Yang Disembah. Sesungguhnya pernyataan tiada Tuhan selain Allah akan membawa seluruh umat manusia di dunia kepada satu tujuan pemujaan dan pengabdian saja, yaitu Allah semata sebagai Tuhan Yang Maha Esa … Berarti sesungguhnya memang benar bahwa di dunia ini hanya ada satu agama saja yaitu : Agama yang mengajarkan kesucian, keselamatan dan kedamaian melalui kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah … Tiada lain yang dimaksud adalah Islam sebagai fitrah manusia…  yang sudah terprogram di dalam hati nurani kita.  Tidak ada perubahaan pada fitrah Allah.   Namun kemudian program tersebut tertutup oleh nafsu duniawi … Tertutup oleh sampah-sampah kehidupan. Seperti komputer yang kena virus sehingga harus di instal ulang melalui wahyu yang diturunkan kepada para rosul dan para Rosul itu sudah Islam, karena sudah berserah diri kepada Allah.  Wahyu Allah yang diturunkan kepada rosul sebelumnya ke rosul berikutnya berkesinambungan, mengalami perkembangan, ada revisi dan koreksi, saling melengkapi, serta ada proses penyempurnaan…
Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah …
( AR-RUM 30 : 30 )

Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU  ( AL MU’MINUN 23 : 52 )
Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan.  Tiap-tiap golongan merasa bangga ( EGO ) dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ).  Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu   ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 )

Malalui tata cara ( syariat ) Ubudiyah ini Nabi Muhammad SAW mulai mengalihkan objek pemujaan mereka dari penyembahan berhala, dialihkan kepada tata cara dzikrullah, yaitu tata cara mengingat Allah YME dalam arti kata yang luas.
Dalam hal ini pelajaran ke-Islam-an yang diberikan oleh Muhammad SAW adalah yang paling sempurna karena memang Allah telah menyempurnakannya serta telah tersusun di dalam Al Qur’an secara sistematis, jelas dan gamblang.

Inilah suatu kitab yang ayat-ayatnya tersusun rapih, kemudian dijelaskan dari (Tuhan) Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui ( HUD 11 : 1 )

Dengan demikian Al Qur’an merupakan himpunan pelajaran ke-Islam-an, himpunan pelajaran tentang fitrah sejak dari zaman Nabi Adam sampai kepada nabi terakhir Muhammad SAW yang diturunkan secara bertahap ayat demi ayat  sesuai dengan permasalahan yang terjadi saat itu, sesuai dengan kebutuhan zaman bahkan masih relevan baik untuk masa kini maupun untuk masa-masa yang akan datang, bagi mereka yang mau berpikir, memakai nalar, tidak dogmatis dan tidak kaku.

Dan berkatalah orang-orang kafir mengapa Al Qur’an tiada diturunkan kepadanya secara keseluruhan yang lengkap dan sempurna ? Demikianlah Kami lakukan untuk menguatkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya dengan terang, perlahan-lahan, berulang-ulang, sebagian demi sebagian dan setiap mereka datang kepadamu membawa suatu permasalahan, tentulah Kami datangkan kepadamu kebenaran dan sebaik-baiknya tafsiran ( AL FURQON 25 : 32-33 )

Kami turunkan Al Qur’an kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu
(AN NAHL 16 : 89)
Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk mengoreksi kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )

Dengan demikian isi Al Qur’an tidak hanya sekedar mengenai tata cara Ubudiyah saja, akan tetapi mencakup juga semua aspek dan semua norma-norma kehidupan umat manusia, antara lain tentang alam semesta, hewan ternak, pertanian, kelautan, pembagian harta warisan, pernikahan, perniagaan, etika pergaulan, pengobatan dsb.  Untuk urusan duniawi, Allah Maha Mengetahui kebutuhan bangsa Arab jahiliyah saat itu, disesuaikan dengan budaya dan peradaban Arab saat itu… Kita harus memahami kandungan Al Qur’an, mana yang ajaran Islam dan mana budaya Arab.  Menurut Bung Karno : Islam is not merely a religion, but Islam is a way of life.  Islam bukan hanya sekedar agama, namun juga sebagai jalan kehidupan.  
Way of life terutama bagi Bangsa Arab..sesuai dengan budayanya…
Oleh karena itu Rosulullah bersabda :
Urusan dunia engkau lebih tahu, tapi tata cara beribadah ikutilah cara-ku… 
Berarti hukum-hukum untuk urusan duniawi masih bisa dirubah, disesuaikan dengan kearifan lokal, disesuaikan dengan kultur setempat dimana kita berada…  
Al Qur’an telah melakukan koreksi atau penyempurnaan terhadap peraturan-peraturan lama yang dirasakan sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan zaman.  Penyempurnaan bukan berarti dihilangkan sama sekali, namun ada bagian yang diganti dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadan, sesuai kebutuhan.  Contohnya Rukun Islam : Dari lima Rukun Islam, tambahan dari Rosulullah hanya dua kalimah syahadat saja, yang empat lainnya, sholat, puasa, zakat dan ibadah haji sudah ada sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, sudah ada sejak kaum dan nabi sebelumnya.  Ibadah haji sudah ada sejak zaman nabi Ibrahim.   Kearifan lokal tidak dibuang dan tidak diharamkan, namun tetap dipertahankan oleh Rosulullah…

…diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu … (AL BAQARAH 2 : 183 )

Nabi Isa berkata : Dia ( Allah ) memerintahkan aku sholat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup ( MARYAM 19 : 31 )

Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106)
Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan suatu ayat, melainkan atas izin Allah.  Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR-RAD 13 : 38 )

Oleh karena itu wahyu pertama yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca, setelah membaca kemudian kita renungkan, kita buktikan atau kita uji  kebenarannya melalui pengamalan atau kerja nyata.
Bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan kamu dari segumpal darah
 (AL ‘ALAQ 96 : 1-2).

Ayat Al ALAQ 96 : 1-2 ini, mengajak manusia untuk berfikir dan berfikir agar mengerti asal-usulnya secara embriologi kedokteran dan juga agar manusia mengerti siapa Penciptanya. Secara tidak langsung, sejak wahyu pertama, Allah telah memerintahkan kita untuk berfikir, berijtihad melalui proses belajar, mempelajari tanda-tanda Allah baik yang ada di dalam Al Qur’an maupun yang ada di alam semesta.  Rosulullah pun akhirnya membuka “selimutnya” , tidak menutup diri.   Beliau membuka kerudung akalnya untuk menerima tata nilai baru.
Rosullullah SAW bersabda bahwa pada setiap ayat Al Qur’an mengandung makna lahiriyah dan makna bathiniah.  Berarti membaca bukan hanya sekedar membaca, kita jangan dogmatis, yang hanya terpaku pada teksnya saja.  Kita harus mempelajari dan menggali makna yang hakiki dan tersembunyi, menggali makna yang tersurat dan makna yang tersirat, makna lahiriyah dan makna bathiniah, dari bahasa perumpamaan dalam setiap ayat Al Qur’an. 
Jalaluddin Rumi mengatakan : Karena terpaku pada bentuk, engkau tidak menyadari makna.  Bila kau bijak, ambilah mutiara dari cangkangnya.
Menurut Al Ghazali di dalam kalimat, ayat THA MIM SIN di baliknya ada kandungan rumus dan isyarat rahasia.  
Menurut penulis, dalam hal ini tidak hanya sekedar huruf Tha Mim Sin saja, tapi juga Alif Lam Mim, Kaf Ha Ya Ain Shod, Ha Mim Ain Sin Qof dan seterusnya, yang hanya bisa tersingkap oleh orang-orang tertentu saja, yaitu mereka yang mempelajari ilmu al hikmah ( karomah ).
Pada saat kita mempelajari dan menggali makna hakiki dari ayat-ayat Al Qur’an, kita harus kritis, jangan dogmatis, jangan hanya terpaku pada teks saja.  Kita juga jangan hanya sekedar mempelajari tentang kehidupan duniawi saja, akan tetapi pelajari juga masalah-masalah tentang kehidupan di akhirat agar kehidupan kita menjadi seimbang.           

Demikianlah Allah telah membuat perumpamaan-perumpamaan
( AR RA’AD 13 : 17 )
Sesungguhnya kami telah mengulang-ngulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini segala macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia mengingkarinya
 (AL ISRA 17 : 89).
Demikianlah perumpamaan-perumpamaan yang Kami buat bagi manusia, akan tetapi yang memahaminya hanya orang-orang yang berilmu
( AL ANKABUT 29 : 43 ).
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( ALI IMRON 3 : 190 )