Translate

tema 1

tema 1
tema

Jumat, 25 Januari 2013

TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR - MEDITASI 1


TUNTUNAN PRAKTIS
DZIKIR - MEDITASI


DISUSUN OLEH

DR. H. MAMAN S.W SpOG

http: //www.slideshare.net/drmaman


KATA PENGANTAR

Dalam situasi negeri kita yang serba terpuruk ini, telah terjadi juga krisis etika dan krisis moral bangsa. Bangsa Indonesia telah kehilangan pigur kepemimipinan, baik kepemimpinan nasional maupun kepemimpinan spiritual. Memang benar bahwa kefakiran akan mendekatkan diri kita kepada kekafiran. Wajar bila dalam situasi dan kondisi seperti ini banyak orang berusaha mencari ketenangan dan kedamaian dengan caranya masing-masing.  Banyak orang yang berani membayar mahal untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian ini.  Tidak heran bila meditasi dianggap sebagai suatu yang menjanjikan.  Walaupun telah banyak buku-buku serta kaset-kaset tentang tata cara meditasi yang beredar di pasaran, namun melalui tulisan ini kita mencoba menyusun dan membahasnya dari sudut pandangan Al Qur’an dan Sunah Rosulullah serta memperbandingkannya dengan ajaran agama lain yang bukan agama Islam kemudian hasil akhirnya bagaimana menurut fakta ilmiahnya. Walaupun penulis bukan pakarnya, namun dengan segala keterbatasannya dan segala kekurangannya mencoba menyusun makalah ini sebagai tuntunan praktis bagi siapapun yang ingin kembali mendekatkan diri kepada Ilahi Robbi.  Tentu saja hasilnya akan lebih baik bila kita juga dibimbing oleh seorang guru yang sudah tercerahkan. Namun jangan ragu dan jangan takut untuk mencoba berlatih sendiri selama kita tetap berpegang pada Al Qur’an dan Sunah… Laa ilaaha illallaah adalah benteng-Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi )

Tuntunan praktis dzikir ini, diselaraskan dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah saw bahwa pembersih kolbu adalah dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. 
Itu berarti bila hati kita bersih maka jalan menuju Allah pasti bebas hambatan.  Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah…
Kata Al Ghazali kita harus melalui jalan yang ditempuh oleh para sufi yaitu : Bersihkan hati serta istirahatkan pikiran melalui kontemplasi dzikir dan meditasi agar bisa mencapai tahap fana dan kasyaf.  Kata Al Ghazali para sufi melakukan pendakian atau mi’raj tingkat demi tingkat melalui Cahaya demi cahaya, melalui Cahaya Sejati, Cahaya Allah.  Cahaya Allah adalah Energi Sejati.. Seperti halnya pesawat ruang angkasa yang lepas landas, maka perlu roket pendorong yang kuat.  Demikian juga bila kita ingin melakukan pendakian spiritual melalui Cahaya demi Cahaya maka diperlukan energi, Inner Power yang kuat … yang dilatih melalui dzikir-meditasi.  
Perintah dzikir di dalam Al Qur’an sangat jelas : Dzikir lebih utama, selesai sholat dzikir sebanyak-banyaknya, selesai haji dzikir lebih banyak dari itu, dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses. 
Oleh karena itu menurut para sufi dzikir hukumnya menjadi wajib…!!!
Banyak sekali tata cara dzikir-meditasi. Carilah cara yang sederhana dan mampu laksana…!!!  Seperti halnya kita belajar menulis bisa pakai areng bila kita tidak mampu memiliki laptop. Yang penting kita bisa menulis…!!!
Sesuai ajaran Al Qur’an sebelum berdzikir sebaiknya kita sholat dan berdo’a terlebih dahulu.  Dimulai dengan sholat wajib, sholat sunah taubat, sholat sunat hajat dan istiharoh, kemudian berdo,a dan selanjutnya diakhiri dengan berdzikir… Sholat dan do’a sebelum dzikir-meditasi merupakan sarana agar suasana hening, suasana sakral, suasana religius terbina tahap demi tahap, sehingga aura sekitar kita bersih…
Do’a sebagai sarana untuk membersihkan hati, bisa dalam bahasa Indonesia.  Kenapa dalam bahasa Indonesia ??? 
Perhatikan Surat Maryam 19 : 97 dan Surat AD-Dukhan 44 : 58 sebagai berikut : Aku mudahkan Al Qur’an dalam bahasamu.
Kita persiapkan do’anya sesuai selera kita, sesungguhnya tanpa do’a pun Tuhan tidak akan marah.  Setelah kita selesai membaca do’a, kemudian kita lanjutkan dengan latihan dzikir - meditasi.  Walaupun do’anya hanya sekedar dibaca biasa saja setiap malam setelah sholat isa atau setelah sholat subuh tanpa harus dihapal diluar kepala kemudian dilanjutkan dengan berdzikir-bermeditasi minimal selama 30 menit, namun ternyata setelah kita mengerjakannya lebih dari 2-3 malam berturut-turut akan muncul sensasi pada diri kita sebagai reaksi dari masuknya energi Illahi ke dalam tubuh kita dan membangkitkan energi di dalam diri kita.  Energi Illahi ini akan membersihkan semua energi negatif yang ada diseluruh tubuh kita sehingga jasmani kita sehat dan bathin kita pun akan menjadi semakin kuat. Sensasi yang terjadi sebagai efek detoks pada umumnya adalah : Rasa hangat sampai panas dan berkeringat, kadang-kadang pusing, mual sampai muntah serta rasa haru. Kemudian akan muncul getaran-getaran pada kedua tangan sampai seluruh tubuh dan akhirnya muncul gerakan sujud yang disertai rasa haru. Menurut salah seorang sesepuh, itulah yang disebut sujud iman. Hal ini sesuai dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an : Seseorang yang beriman manakala mendengar atau mengucapkan Asma Allah akan bergetar hatinya, merinding kulitnya, menyungkur dan menangis ( Al Anfal 8 : 2, Az-Zumar 39 ; 23, Maryam 19 : 58 ).
Dalam hal ini, hati di setiap sel, bahkan hati di setiap atom diseluruh tubuh kita akan bergetar dan memancarkan energi yang luar biasa.
Istilah dzikir adalah tidak memikirkan sesuatu apapun kecuali Tuhan. Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan.  Sesungguhnya penulis tidak bisa apa-apa, penulis tidak memiliki apa-apa, jangankan kepandaian, kebodohan pun bukan milik penulis.  Walaupun demikian, penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi sesama hamba Allah. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam.   Penulis pun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pembimbing ruhani, semua teman serta semua handai tolan yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang telah membantu penyusunan dan penulisan makalah ini.
Kebenaran yang hakiki senantiasa datang dari Allah. Sebagai insan penulis mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian.

Cirebon, Ramadhan 1423 H…. direvisi Ramadhan 1434 H

Dr H MAMAN SW SpOG


KAHLIL
GIBRAN

Tuhan telah memasang pelita dalam hati-hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan
dosalah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu.

Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap
untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan
yang luas.
Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah.


Renungan-Renungan Spiritual
Penerbit – Percetakan Bentang


     PRELUDE
Jalaludin Rumi

Jauh di dalam kalbu ada Cahaya Surga marak menerangi
Paras lautan tanpa suara yang tiada batas
Oh, bahagialah mereka yang menemukanNya dalam tawakal
Rupa segala yang dipuja setiap insan
Orang buta, gandrung pada bayangan benda indah
Hanya akhirnya mengutuk pesona yang menimbulkan bencana,
Bagaikan Harut dan Marut, malaikat sepasang
Yang menganggap diri paling suci dari yang suci
Kebodohan, keinginan dan kebanggaan diri yang jahat
Kan merusak keharmonisan bagian dan keseluruhan
Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan
Untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi
Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa
Yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku
Hanya cinta, lewat air mata doa dan nyala rindu
Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah
Para pecinta Tuhan belajar dari-Nya rahasia
Pemeliharaan, rencana alam semesta
Tinggal di dalam-Nya, mereka selalu menyenandungkan pujian-Nya
Yang menciptakan ribuan Waktu bagi manusia.
Kejahatan tak mereka kenal, karena di dalam-Nya sama sekali tidak ada
Namun tanpa kejahatan bagaimana kebaikan kan menampak
Cinta menyahut : “Mari merasa denganKu, jadilah satu bersamaKu
Dimana ada Aku, tak ada jarak yang bisa memisah
Ada tingkatan Cahaya surgawi dalam jiwa :
Para Nabi dan Orang Suci memperlihatkan jalan yang telah mereka lalui
Langkah awal dan tahap-tahapnya, tempat-tempat berhenti sejenak
Dan tujuan-tujuannya :
Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan.
Cinta tak kan membiarkan hambanya yang setia lelah terkulai
Keindahan Abadi selalu menarik mereka
Dari kemuliaan menuju kemuliaan, datang kian mendekat
Pada setiap pemberhentian dan percintaan semakin lekat.
Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita nan dapat terucap;
Kini dengarkan Suara di dalam hatimu.
Selamat berpisah

---ooo---

CATATAN PENULIS
Selamat berpisah sebagai ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad,
Mati sebelum mati atau mi’raj melalui cahaya demi cahaya

DZIKIR – MEDITASI
PEMBERSIH DAN PEMBUKA HATI

Yang dimaksud dengan hati dalam hal ini adalah kolbu, bukan organ liver dalam tubuh manusia. Kolbu ini hanya dimiliki oleh manusia. Kolbu ini berlapis-lapis, dimana bagian yang terdalamnya disebut Hati Nurani. Hal ini sesuai dengan Hadits Qudsi yang mengatakan bahwa : Di dalam setiap rongga anak Adam, AKU ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syafoga ada sir, dalam sir ada AKU, tempat AKU menyimpan rahasia. Fuad artinya hati yang bersih dan syagofa artinya yang lebih dalam dari fuad, di dalamnya ada hati nuraini, dalam hati nuraini ada Aku, ada Allah, ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ). Oleh karena itu menurut para sufi : Qolbu mukmin baitullah. Itulah RumahNya, itulah MasjidNya yang sejati, di dalamnya Ruh bersujud sejak hari pertama dilahirkan… sejak dalam kandungan ibu.. bahkan sejak di alam arwah ( Al A’raaf 7 : 172 )..

Menurut Irmansyah Effendi Grand Master Reiki Tumo Yayasan Padma Jaya :
Hati Nuraini adalah percikan dari Sang Pencipta yang pada hakekatnya adalah Essensi Dzat Illahiah yang senantiasa jujur, selalu mengetahui kebenaran, selalu mengarahkan kita kepada Tuhan, selalu tegas menolak hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan. Di dalam hati nurani inilah adanya ketenangan, kedamaian serta kebahagiaan sejati. Umumnya pada kebanyakan manusia Hati Nuraninya senantiasa tertutup karena didominasi oleh otak kiri yang selalu menampilkan ide-ide bagus namun ternyata menjauhkan kita dari Tuhan. Otak selalu menghasilkan kebahagiaan semu, tak pernah puas, selalu gelisah, bimbang dan ragu, benar dan salah dipengaruhi arus. Walaupun demikian otak masih diperlukan untuk kesungguhan dan kemantapan, untuk menyerap ilmu pengetahuan serta untuk mengendalikan tubuh fisik, dimana tubuh fisik adalah sebagai pelaksana yang akan mengerjakan perintah Tuhan. Tidak ada pelajaran khusus atau teknik khusus untuk membuka hati nurani ini. Semata-mata kita hanya mohon izin dan keridhoan Allah, mohon barokah Allah, mohon taufik dan hidayah Allah saja yang bisa kita lakukan, selanjutnya pasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah, biarkan Tangan Allah yang bekerja, karena hanya Allah-lah yang bisa membuka Hati Nurani kita.   Berarti Irmansyah Effendi secara tidak langsung menganjurkan kita berdzikir atau bermeditasi … agar terbuka hijab …
Sedangkan pengertian dzikir atau meditasi dalam hal ini adalah dzikrullah yang artinya mengingat Allah tanpa mengingat yang lain selain Allah Yang Maha Ghoib yang keberadaanNya tidak terjangkau oleh akal dan pikiran, Dia yang Maha Rahman dan Rahim, Yang Maha Kuasa atas segalanya.  Tanda-tandanya di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua, di dalam semua ciptaanNya,  Dzat Allah meliputi segala sesuatu.  Dia ada di mana-mana namun dalam Ke-Esa-anNya Dia tidak kemana-mana.  Dialah Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu.  Sedangkan meditasi sendiri adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang menyebut nama Tuhan.  Kita boleh menyebut Nama Tuhan dengan Nama apa saja yang baik-baik dari Asma ul Husna.  Kita boleh panggil Bapa atau Bunda, karena Nama Tuhan yang sebenarnya kita tidak tahu…  Kita semua, berjumpa pun belum apalagi mengenal namaNya…
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.  Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( AL HAJJ 22 : 74 )

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu  (  YUSUF 12 : 40 )

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya, mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya
( AN NAJM 53 : 23 ).

Orang Budha memanggilNya Amitaba artinya : Cahaya tanpa batas… Orang Hindu memanggilNya : Rada Swami artinya Ruh Yang Maha Tinggi… Orang Arab menyebutNya Allah, dari kata Al Illah artinya yang disembah, bukan nama…

Dzikir menurut Rosulullah :
Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih hati adalah dzikir. 
Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir.  
Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah.  Bila hati kita bersih, jalan menuju Tuhan terbuka lebar, bebas hambatan.  Sebaik-baiknya dzikir adalah membaca Al Qur’an.  Adzikir adalah Al Qur’an… ( AL HIJR 15 : 9 )

Dzikir menurut Al Qur’an :
Dzikir lebih utama dalam kehidupan. ( Al Ankabut 29 : 45 ).
Selesai sholat, cari karunia Allah, kerjakan dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumu’ah 62 : 10 ).  Selesai haji dzikir lebih banyak lagi ( Al Baqarah 2 : 200 ).  Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ).  Dikeluarkan dari kegelapan ke tempat yang terang ( Al Ahzab 33 : 41-43 ).  Diberi kedudukan ( Muhhamad 47 : 7 ).
Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( Al Hujurat 49 : 13 )
Dengan Dzikir hati akan menjadi tenang dan tenteram  ( Ar Rad 13 : 28 ) :.
Telah Aku turunkan Adz Dzikir ( Al Hijr 15 : 9 ) :  artinya Adz Dzikir adalah Al Qur’an…  Aku jadikan Al Qur’an itu Cahaya… An Nuur ( Asy Syura 42 : 52 )..
Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… ( An Nuur 24 : 35 )
Berarti : Adz-Dzikir adalah Allah… Laa ilaaha illallaah adalah statement,  pernyataan kita, essensinya adalah Allah.  Bila kita mengucapkan ikrar laa illaha ilallah tanpa memahami essensinya, sama juga bohong.  Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan : Dengan berdzikir Allah..Allah..Allah.. maka insya Allah, Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya… Amin..Amin..Ya Robbal alamin.. 
Menurut Rosulullah : Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah cara-ku, kita harus bisa mati sebelum mati. 
Sekarang yang harus kita renungkan dan yang harus kita kaji ulang adalah apakah yang dilakukan Muhammad di gua Hiro sebelum beliau menjadi Nabi, sebelum beliau dinobatkan menjadi Rosulullah ??? Pada saat itu belum ada Al Qur’an dan Sunah Rosulullah saw sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, belum ada perintah sholat seperti sekarang, namun beliau sangat berhasil mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan secara efektif.  Bagaimanakah caranya agar kita bisa dekat serta bisa berkomunikasi dengan Tuhan seperti beliau ???
Perhatikan Surat Al A’raaf 7 : 172 : Bukankah Aku Tuhanmu ??? Semua Ruh menjawab : Benar kami bersaksi. Surat Al Hijr 15 : 29 : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya.  Hanya ruh yang bisa berkomunikasi dengan Tuhan, karena  Ruh berasal dari Cahaya Allah, berarti Cahaya dengan Cahaya saling berkomunikasi. Sesuai dengan Hadits Rosulullah : Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan.  Agar Ruh kita bangkit maka jasmani harus “dimatikan”, kerja otak harus dihentikan, otak harus berhenti berfikir.  Ego kita harus dimatikan agar kesadaran ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Hening, tanpa suara, tanpa kata-kata, karena yang bisa berkomunikasi serta yang akan kembali kepada Tuhan adalah RuhOleh karena itu hati harus bersih dari segala macam nafsu… Petunjuk dari Allah datangnya ke Hati, bukan ke otak… Jangan terpesona pada suara-suara yang lewat telinga, itu bisikan syaetan.  Bila mendengar bisikan atau suara lewat telinga kita mohon di dalam hati kepada Allah : Yaa Allah hamba mohon mujizatnya dua kalimah syahadat… sambil menahan nafas baca dalam hati dua kalimah syahadat,  melalui imaginasi tiupkan ke telinga kita yang menerima bisikan.  
Pada saat Rosulullah pertama kali menerima Firman Allah, beliau menggigil ketakutan karena mendengar suara yang menakutkan, bumi terasa berguncang. Ketika menerima Firman-firman Allah berikutnya, beliau sudah terbiasa, suara yang terdengar pun bervariasi, suatu ketika berdengung seperti suara lebah, kadang-kadang seperti suara lonceng, suara seruling, musik surgawi yang merdu.  Setelah mendengar suara-suara tersebut Rosulullah merasa bahwa Firman itu sudah ada di dalam qolbunya.  Dengan demikian sesungguhnya Al Qur’an sudah terprogram dalam hati kita masing-masing.

Perhatikan beberapa Firman Allah :
Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah  
( AL BAQARAH 2 : 97 )
 ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami
( AL ANKABUT 29 : 49 .)
Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya
( AT-TAGABUN 64 : 11 )
Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 )

Oleh karena itu Rosulullah bersabda :
Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu …
Apa yang dimaksud kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu…??? Itulah Al Qur’an yang mulia, Al Qur’an sejati yang ada di dalam diri …
Kenapa Rosulullah pun tidak menganjurkan mencari Tuhan ke Mekah, namun mencari Tuhan kedalam diri…???  Apakah Tuhan ada di Mekah …???
Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya.  Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh…!!! Konon kabarnya ini bukan Hadits Rosulullah…!!!

Perhatikan firman-firman ALLAH :
Katakanlah bahwa Aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ). 
Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ). 
Akan Kami perlihatkan kepada mereka, tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 )
Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 )
Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . )
Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT TAUBAH 9 : 128)
Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZARIYAT 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL ANFAL 8:24 )

Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah ...!!!???
Oleh karena itu wajarlah bila Rosulullah tidak menganjurkan mencari Tuhan ke Mekah, tapi mencari Tuhan ke dalam diri… agar tidak tersesat …!!!
Bila itu bukan hadits Rosulullah, kenapa dipopulerkan oleh Al Ghazali dan Ibnu Arabi…???  Memang benar bahwa perjalanan mencari dan mengenal Allah bukan perjalanan ke Masjidil Harom, bukan ke Mekah, namun perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah, perjalanan yang transendental, perjalanan yang tidak masuk akal.  Ingat bahwa Hadist mulai dipermasalahkan  setelah 100 tahun Rosulullah wafat, melalui perdebatan panjang antar kelompok kepentingan, mungkin wajar bila ada Hadits yang sengaja dihilangkan…!!! Who know …!!!???

Menurut Charan Singh yang beragama Hindu :
Untuk bertemu dengan Tuhan, kita harus bisa mati selagi hidup. Kita harus meditasi, yaitu hening,  mengosongkan pikiran, menghampakan tubuh dan membawa aliran jiwa atau ruh ke suatu titik diantara dan dibelakang mata, yang disebut mata ke tiga, sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan.  Dengan meditasi kita menyatukan jiwa atau ruh dengan kekuatan Cahaya dan Suara di dalam. Hanya dengan memusatkan perhatian kita ke mata ketiga itu sajalah kita bisa mendengar suara di dalam. Suara di dalam itulah yang akan menarik kita naik ke dalam cahaya. Yang dimaksud mata ketiga adalah pusat pikiran dan jiwa atau ruh dalam keadaan sadar, terletak ditengah-tengah dahi diantara kedua alis mata, lebih tepatnya lagi, kira-kira satu setengah inci dari pusat itu ke arah dalam. Selama kita masih belum menarik kesadaran kita ke pusat mata ketiga dan menghubungkannya dengan Ruh, dengan Sumber Suara, Sumber Firman di dalam, kita tidak dapat mati selagi hidup.  Proses kematian pun seperti itu, ruh kita akan tertarik naik mulai dari telapak kaki ke pusat mata ketiga.  Perbedaan penting adalah pada mati selagi hidup hubungan ruh dengan tubuh tidak terputus.  Setelah mencapai mata ketiga maka perjalanan ruh yang sesungguhnya akan dimulai.  Bila seluruh kesadaran telah meninggalkan tubuh bagian bawah dan kita telah melewati mata ke tiga, maka ruh kita akan keluar dari tubuh jasmani dan memasuki alam astral, Out Of Body Experience ( OOBE ). Tanpa mati selagi hidup, tanpa meditasi kita tidak bisa masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Tuhan, Guru Sejati kita.  Satu-satunya jalan adalah melalui meditasi.  Tujuan meditasi adalah untuk memperoleh ketenangan serta perasaan cinta kasih di dalam hati.  Ketenangan baru diperoleh bila semua penutup telah disingkirkan dari jiwa, maka jiwa pun menjadi bersinar dan menjadi murni, sehingga layak untuk bersatu dengan Tuhan.   Meditasi adalah do’a tanpa kata-kata.  Do’a dengan kata-kata adalah sarana menuju meditasi.  Dengan meditasi kita berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa pamrih, berserah diri secara sempurna.   Meditasi adalah do’a yang sesungguhnya, do’a yang terbaik, yang amat sangat menyenangkan Tuhan, yang akan diterima Tuhan, karena Ruh kita ingin kembali bersatu dengan-Nya.
Pada puncak meditasi akan dicapai suatu kondisi “trance” mistik. Suatu tingkatan kenikmatan dimana kesadaran akan dunia materi hilang. Keheningan yang sangat dalam.  Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi … akhirnya mencapai Yoga … artinya penyatuan, manunggal …dimana ruh kita memasuki alam ghoib. 
Istilah samadhi menurut Al Ghazali adalah mencapai tahap fana dan kasyaf.  Fana artinya lebur dan larut.  Kata Al Hallaj bagaikan anggur tercampur air murni.  Sedangkan kasyaf artinya terbukanya hijab atau tabir.  Perhatikan Surat Al Qaaf 50 : 22 : Mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam.  Dalam hal ini pandangan mata bathin kita, mata hati kita, mata kebijaksanaan kita akan menjadi tajam.

Menurut Suma Ching Hai yang beragama Budha : Walaupun pada awalnya berbeda-beda namun untuk mencapai puncak pencerahan Ruhani hanya ada satu jalan yaitu melalui kontemplasi pada Cahaya dan Shabda yaitu Getaran di dalam .  Sehingga kita bisa melakukan kontak dengan Ruh, dimana Ruh ini merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran Suci.  Inilah yang disebut metode Kuan Yin.  Metode ini adalah metode pendengaran dan penglihatan ruhani, metode transendental ( tak terjangkau akal ) yang tidak dapat diuraikan melalui bahasa manusia.  Semua ditransmisikan dalam keheningan.  Shabda, Firman atau Logos tersebut merupakan musik surgawi, merupakan bahasa dari Cinta Kasih Universal dan Kecerdasan Agung.  Semua ajaran berasal dari Suara Hening ini, semua bahasa berasal dari bahasa Universal ini.  Melodi surgawi ini dapat menyembuhkan semua luka, serta dapat memenuhi dan memuaskan semua dahaga duniawi.  Suara inipun dapat membersihkan kita dari semua dosa-dosa dan membawa kita ke Sumber Asalnya.
Jalaluddin Rumi seorang sufi besar dari Persia menulis sebagai berikut :
Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna.  Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu.  Tertawakan aku manakala engkau tidak melihat Rahasia Yang Maha Benar.
Dengan demikian secara tidak langsung Rumi mengajak kita untuk bertafakur, mengajak kita untuk bermeditasi, mengajak kita untuk menyelam lebih dalam sampai ke dasar samudera makrifat, untuk mendapatkan mutiaranya.  Mencari Dia Yang Sejati.  Dia Yang Berdiri Dengan Sendirinya tanpa penolong. Belum ada apa-apa disampingnya.  Belum ada nada, belum ada suara yang bisa kita dengar, belum ada aksara,  belum ada Kitab apapun, belum ada Zabur, Taurat, Injil maupun Al Qur’an dan Hadits.  Dia wajib adanya, tapi bisa juga mungkin adanya.  Dia berada dalam kekosongan, kehampaan, kesunyatan, keheningan.
Tutup semua kitab, buka mata hati… Hening, dalam keheningan rasakan keberadaan-Nya dengan Nurani yang bening, dalam hening dengarkan Shabda-Nya, dengarkan Firman-Nya dengan telinga bathin …
Rumi mengisyaratkan agar kita tidak terpaku pada aksara.  Al Kitab ibarat perahu yang membawa kita ke tengah Samudera Ahadiyah, Samudera Ketuhanan, bila kita ingin mendapatkan mutiaranya maka mau tidak mau kita harus menyelam, menyelam ke dalam qolbu … mencari Dia Yang Sejati, mencari dan mengenal Rumah Tuhan yang sejati. Sabda Rosulullah : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhan-nya. Dia berada dalam hati orang yang beriman.

Rumi pun menulis sebagai berikut :
Salib dan Orang Kristen, dari ujung ke ujung ku periksa :
Dia tidak ada lagi di salib.
Aku pergi ke rumah berhala, ke pagoda tua; tiada tanda apapun di sana.
Aku pergi ke bukit Herat dan Kandahar; ku pandang :
Dia tidak ada di bukit maupun di lembahnya.
Dengan niat kuat ku beranikan diri ke puncak gunung Qaf;
Di tempat itu hanya ada tempat tinggal burung “Anqa”
Aku pun mengubah pencarianku ke Ka’bah;
Dia tidak berada di tempat kaum muda dan tua.
Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentang-Nya;
Dia ternyata di luar jangkauannya.
Ku beranikan diri menuju ke “jarak dua busur”;
Dia pun tidak ada di ruang agung itu.
Aku menatap hatiku sendiri;  disana kulihat Dia…
Dia tidak berada di tempat lain.

Sesuai dengan Hadits Qudsi : Aku tidak berada di langit, Aku tidak berada di bumi, namun Aku berada dalam hati seorang yang beriman.

Pada bagian lain Rumi menulis sebagai berikut :
Jauh di dalam qolbu ada Cahaya Surga
marak menerangi paras lautan tanpa suara yang tiada batas.
Oh, bahagianya mereka yang menemukannya dalam tawakal,
Rupa segala yang dipuja setiap insan.  …. Dst…
Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan
untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi
Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa
Yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku
Hanya cinta, lewat air mata doa dan nyala rindu
Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah
Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan…
Pada bagian akhir dari puisi ini Rumi menulis :
Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita yang dapat terucap
Kini dengarkan Suara di dalam hatimu.
Selamat berpisah

Selamat berpisah adalah ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad…
Dengan demikian sesungguhnya Rumi pun mengisyaratkan kepada kita untuk bisa mati sebelum mati melalui meditasi Cahaya dan Shabda.  Meditasi untuk melihat Cahaya dan mendengarkan Shabda Tuhan di dalam kolbu.  Karena kolbu adalah Al Qur’an tanpa tulis, sebagai sumber Shabda, sebagai sumber firman. 
Ingat baik-baik, petunjuk dari Alah itu ke hati bukan melalui telinga…

Perhatikan Firman-firman Allah :
Jibril itu telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu ( AL BAQARAH 2 : 97 ).
Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 )
( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami
( AL ANKABUT 29 : 49 )
Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang
 ( AL MAIDAH  5 : 15 )

Mari kita simak juga Surat Yaassiin 36 : 82 : Bila Tuhan menghendaki, maka Dia bersabda : KUN … FAYAKUN. Berarti semua kejadian, seluruh keberadaan alam semesta ini diawali dengan Shabda, Firman, Kalam atau Logos : KUN … JADILAH
Menurut Al Kitab : Pada mulanya adalah Shabda, Shabda adalah Tuhan, kemudian Shabda bersama Tuhan. Ibarat biji berasal dari pohon dan pohon berada dalam biji, karena di dalam biji ada benih, ada potensi, ada Shabda : KUN…Jadilah, maka jadi.
Pada awalnya Tuhan bersabda KUN. Kemudian muncul titik Cahaya Pertama yang disebut Nur Muhammad, sebagai sumber penciptaan seluruh keberadaan.
Nur Muhammad disebut juga sebagai Jauhar Awal – Jauhar Akhir..
Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta maka Aku ciptakan makhluk (Nur Muhammad) agar dia mengenal akan Aku.
Hadits Rosulullah : Aku ( Nur Muhammad )   berasal dari Cahaya Allah dan seluruh alam semesta berasal dari cahayaku…
Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa Ruh berasal dari Nur Muhammad, disebutnya Ruh Idhofi atau Wujud Idhofi.   Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kedalamnya ( Al Hijr 15 : 29 ).  Ruh-Ku atau Ruh Idhofi ini merupakan essensi Dzat Ilahiyah … yang berada di dalam setiap ciptaanNya… yang berada di dalam inti setiap sel, yang berada di dalam inti setiap atom ciptaanNya… sebagai Sumber Energi Tersembunyi Yang Maha Dasyat… telah terbukti secara ilmiah … bila inti atom itu bergetar, Energi itu bisa menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang… Bila kita bisa menggetarkan essensi Dzat Ilahiyah yang berada di dalam diri kita … itu luar biasa.  Secara minimal kita akan merasakan bergetar hatinya, merinding kulitnya, kemudian akan  menyungkur dan menangis ( Al Anfal 8 : 2, Az-Zumar 39 ; 23, Maryam 19 : 58 ).

Kata Rosulullah, manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati baru dia terbangun.  Harus bisa mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit… Energinya bangkit.
Wajar bila Al Ghazali mengatakan bahwa tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua ciptaanNya, bila kita tidak menyadari keberadaan Tuhan di dalam setiap ciptaanNya maka islamnya adalah islam semu.  Kata Ibn Arabi, itulah yang disebut Wahdatul Wujud.  Lalu apakah Ibn Arabi, Al Ghazali, Jalaluddin Rumi, Al Hallaj serta para sufi lainnya yang menganut paham Wahdatul Wujud itu sesat…!!!???  Apakah Rosulullahpun sesat bila beliau mengatakan : Aku Ahmad tanpa mim, berarti Aku Ahad..  Aku Arab tanpa ain, berati Aku Rab…!!!  Lu pikirin aja sendiri Bro…!!! Cape deh…
Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZARIYAT 51 : 21 ) Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . )

Perhatikan Surat An Nuur 24 : 35 : Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki. Kemana ??? Tentu saja kepada Cahayanya.  Tanpa cahaya kita akan seperti orang buta yang berjalan sambil meraba-raba, tanpa arah dan tujuan.   Surat An Nuur 24 : 36 : Cahaya itu menerangi rumah-rumah, di dalamnya Allah berkenan untuk dijumpai dan dimuliakan Namanya serta bertasbih pagi dan petang…  Rumah yang mana dan rumah siapa yang dimaksud???   Kolbu mukmin baitullah.  Itulah Baitullah yang sejati, Itulah RumahNya, yang harus disucikan ( AL HAJJ 22 : 26 )… Di dalamnya ruh bersujud, memuliakan NamaNya serta bertasbih pagi dan petang… Karena sesungguhnya semua ruh manusia sudah muslim, sudah berserah diri sejak di alam arwah, sejak di dalam kandungan ibu, sejak hari pertama dilahirkanBukankah aku Tuhanmu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ).   

RumahNya tidak dibuat dari batu bata, tapi dari keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah… Itulah Fitrah… Itulah Islam sejati, bukan Islam Arabi…
Semua agama mengajarkan tentang Fitrah… mengajarkan tentang Islam …
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 )
Itulah Islam yang hakiki…  yang sudah terprogram dalam hati nurani kita masing-masing… Tanpa kita sadari itulah Islam Sejati… yang dianut semua umat…!!!

Bagaimana menurut Al Ghazali ???
Menurut Al Ghazali dalam Myskat Al Anwar yang mengupas Surat An Nuur ayat 35 : Allah adalah Cahaya langit dan bumi, Cahaya di atas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada yang Dia kehendaki.
Menurut Al Ghazali, Cahaya Yang Sejati adalah Allah, yang lainnya hanya sekedar mayaz, kiasan, sekedar “pinjaman” dari CahayaNya. Melalui Cahaya Sejati inilah orang-orang arif “mi’raj”, melakukan pendakian dari mayaz ke puncak hakikat, sehingga mereka melihat dengan musyahadah, penyaksian secara langsung.
Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( Al Insiqaaq 84 : 19 )
Menurut Al Ghazali tiada jalan lain kecuali melalui jalan yang telah ditempuh para sufi, yaitu orang-orang yang telah mendapat Hidayah Allah serta telah mencapai pencerahan sempurna.  Jalan yang dimaksud adalah Tasawuf.  Menurut Hadi, tasawuf adalah jalan untuk mencapai makna hakiki ajaran Islam.  Menurut Simuh, tasawuf adalah ajaran atau kepercayaan tentang hakikat atau Tuhan yang bisa didapatkan melalui tanggapan kejiwaan yang terlepas dari tanggapan akal, pikiran dan panca indera. Ciri khas tasawuf adalah fana dan kasyaf.  Tanpa fana dan kasyaf itu bukan tasawuf.  Rahasia tasawuf berada dalam kandungan Al Qur’an dan Sunah.  Secara garis besarnya, tasawuf adalah pelajaran tentang tata cara mensucikan jasmani dan ruhani, mensucikan lahir dan bathin agar bisa menjadi manusia mulia (insan kamil) yang mendapatkan keridhoan Allah melalui proses fana dan kasyaf.
Oleh karena itu, tasawuf disebut juga sebagai mistikisme Islam.  Kata mistik sendiri berasal dari kata myen dalam bahasa Yunani, ada kaitannya dengan kata misteri yang artinya “menutup mata” atau terlindung di dalam rahasia.  Tersirat di dalamnya ada suasana, kekudusan dan kekhusuan dalam upaya menangkap Rahasia Tuhan melalui disiplin spiritual yang ketat dan sunguh-sungguh (Schimmel, 1981).

Menurut Al Ghazali untuk bisa makripat kepada Dzat ada tiga tahap :
  1. Bersihkan Hati … Yaitu : mohon ampunan dan kasih sayang Allah, sabar, ikhlas dan pasrah. Hati harus bersih, karena hati merupakan pintu masuk ke alam ghoib.  Pintu hati akan terbuka bila sudah bersih.
  2. Istirahatkan pikiran … Yaitu melalui kontemplasi, melalui dzikirullah.
  3. Mencapai fana dan kasyaf… melalui iluminasi.  Mencapai fana, ego kita lebur, larut, menyatu dengan alam, terbebas dari ruang dan waktu, terbebas dari pengkotakkan duniawi, baqo dalam Tuhan, akhirnya mencapai kasyaf yaitu terbukanya tabir…

Yang disebut meditasi itu apa??? Meditasi adalah dzikirullah… Meditasi adalah hening, mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan.  Saat meditasi-dzikir ada Cahaya dalam bathin. Tuhan memperlihatkan Cahayanya.

Menurut Khrisnamurti :

Essensi meditasi adalah berakhirnya pikiran.  Otak berhenti berpikir sepenuhnya.  Bathin yang meditatif adalah hening, suasana bathin yang sangat religius. Pada saat itu muncul letupan gelora kasih sayang yang luar biasa, kasih sayang universal tanpa syarat, penyerahan total kepada Allah.  Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi, tidak ada lagi pemisahan dan pengkotakan duniawi.  Di dalam kasih sayang ini semua pemisahan dan pengkotakan duniawi berakhir, terbebas dari ruang dan waktu.  Otak terbebas dari pikiran mesjid, gereja, kuil, pagoda, doa-doa maupun lagu-lagu pujian lainnya. Otak tidak lagi berfikir hitam-putih, coklat-kuning, mata belo mata sipit.  Karena kita telah sadar dan telah mengenal rumah Tuhan Yang Sejati, Kuil Tuhan Yang Sejati, Masjid Tuhan Yang Sejati, buatan Tuhan sendiri, tidak dibuat dari batu bata,  tapi dari keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih - sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepadaNya… Itulah fitrah… Itulah Islam…  Kita sadar bahwa Tuhan tidak berada di bumi, tidak berada di langit, akan tetapi Dia bersemayam dalam hati orang-orang yang beriman.  Kata para Sufi : Kolbu mukmin baitullah.  Di dalamnya Ruh bersujud sejak hari pertama Ruh dilahirkan.  Kita sadar bahwa Allah tidak beragama, karena Dia-lah pemilik semua agama.  Allah tidak bersyahadat, karena Dia-lah yang memerintahkan umat manusia untuk bersyahadat kepada-Nya. 

4 komentar:

  1. QS 7:172, yg bersaksi itu ruh ataukah jiwa?

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS 7:172)

    Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (QS 13:19)

    (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, (QS 13:20)

    Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 33:15)

    BalasHapus
  2. Asyhadu an-laa ilaaha illallaah

    "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali ALLAH".

    Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". (QS 13:16)

    Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa`at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS 10:3)

    Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS 20:14)

    Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS 28:70)

    Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS 2:255)

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS 59:22)

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS 59:23)

    Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 59:24)

    (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS 6:102-103)

    Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS 112:1-4)

    Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS 39:3)

    BalasHapus
  3. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (As-Saff: 9)

    Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (Al-Fath: 28)

    Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (At-Tawba: 33)

    Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Al-Jaathiya: 18)

    (Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya". (Az-Zukhruf: 24)

    Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (Ash-Shura: 21)

    Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. (Az-Zukhruf: 43)

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Ar-Room: 30)

    Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Aal-i-Imraan: 19)

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Aal-i-Imraan: 85)

    Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (Aal-i-Imraan: 83)

    Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah.

    Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (Al-An'aam: 70)

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas tambahan, semoga blog saya lebih sempurna...dan bermanfaat bagi sesama umat baik yg muslim maupun yg non muslim

    Islam itu lembut serta pemaaf, iman itu indah dan hidup itu sekedar senda gurau (guyonan)

    By :
    DR.MAMAN SW

    BalasHapus